NewsMetro

558 Petugas BPS Kota Kendari Bakal Lakukan Pendataan Meyediakan Sistem dan Basis Data Penduduk

275
×

558 Petugas BPS Kota Kendari Bakal Lakukan Pendataan Meyediakan Sistem dan Basis Data Penduduk

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari gandeng sejumlah instansi, mulai dari seluruh Camat se Kota Kendari, bahkan menyertakan BUMN, dalam rapat koordinasi pendataan awal registrasi sosial ekonomi tahun 2022 di salah satu Hotel di Kendari, Selasa (20/9/2022).

558 petugas BPS Kota Kendari diantaranya juga bakal melakukan pendataan langsung terhadap rumah-rumah warga Kota Kendari,mulai 15 Oktober hingga 14 November 2022 mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda)Kota Kendari Ridwansyah Taridala mengatakan pihaknya turut mendukung langkah BPS untuk melakukan pendataan ini.

“Data menjadi hal yang sangat krusial dan menjadi permasalahan yang dihadapi ketika menjalankan suatu program yang membutuhkan sumber data yang akurat,”ungkapnya.

Selain itu, dalam menyukseskan jalannya pendataan,pihaknya juga telah melakukan peninjauan dan memastikan pada masing-masing Kecamatan

“Kami Pemkot mensupport kegiatan ini, tadi saya cek langsung dari kecamatan untuk memastikan masing-masing kecamatan, memiliki utusan karena ini akan ditinjau hingga tingkat operasional dan itu melibatkan seluruh anggota masyarakat,” kata Ridwansyah.

Kesempatan sama,Kepala BPS Kota Kendari Martini mengatakan, melalui rakor ini pihaknya akan menyamakan persepsi sebelum turun ke lapangan melakukan pendataan, sehingga meminimalisir terjadinya kesalahan  selama menginput data.

Lebih lanjut,pendataan awal registrasi sosial ekonomi ini bertujuan untuk menyediakan sistem dan basis data seluruh penduduk. Mulai dari profil, kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan serta basis data lainnya hingga tingkat desa/kelurahan.

“Jadi sebanyak 558 pegawai BPS akan melaksanakan kunjungan dari rumah ke rumah untuk mendata 250 kepala keluarga di Kota Kendari selama satu bulan,” bebernya

 

Novrianti/teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News