NewsBencana / KecelakaanDaerah

5 Orang Pekerja Proyek Telkom Tersengat Listrik di Konawe, 2 Tewas

451
×

5 Orang Pekerja Proyek Telkom Tersengat Listrik di Konawe, 2 Tewas

Share this article

TERAMEDIA.ID, KONAWE – Sebanyak Lima orang pekerja proyek Telkom tersengat listrik di Desa Mataiwoi, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. pada Senin (9/1/2023) pagi.

Kapolsek Pondidaha, Iptu Heru mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WITA, terdiri dari lima orang pekerja yang menjadi korban, kemudian dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia setelah tersengat listrik ketika memasang kabel jaringan milik PT Telkom.

“Informasi pertama di peroleh dari Kepala Desa Mataiwoi Jecky bahwa telah terjadi kecelakaan kerja pada saat pemasangan kabel Telkom yang mengakibatkan dua orang pekerja meninggal dunia di tempat dan tiga orang lainnya ini dibawa ke rumah sakit,” Kata Heru kepada media ini.

Lebih lanjut, Heru Mengungkapkan, Dua pekerja yang meninggal dunia itu bernama Sarifudin (16) dan Ferdiansyah (17). Keduanya bekerja di PT Inanda, sebuah perusahaan mitra dari PT Telkom.

“Para pekerja kabel Telkom sudah bekerja sejak kemarin hari Minggu untuk memasang tiang dan hari ini berlanjut untuk memasang lagi tiang pada jam 08.00 WITA. Namun, sekitar jam 10.00 terjadi musibah para pekerja lima orang tersengat listrik dan dua orang meninggal dunia. Sementara tiga orang lainnya terpental namun kondisinya selamat” Ungkap Heru.

Kemudian, Jenazah dari dua pekerja yang meninggal dunia telah dievakuasi ke Puskesmas Amonggedo untuk divisum yang ditemani oleh keluarga korban dan Personil Polsek Pondidaha.

“Setelah dari puskesmas, Keluarga korban kemudian dengan menggunakan ambulance Puskesmas Amonggedo membawa korban ke Desa Ahuhu yang merupakan base camp PT Inanda yang merupakan mitra Telkom untuk kemudian akan dimakamkan di desa asal para korban,” tandasnya.

 

Dewa/ Teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News