NewsHukum & KriminalMetro

2 Pelaku Penganiayaan di Puuwatu Kendari Berhasil Diringkus Polisi

×

2 Pelaku Penganiayaan di Puuwatu Kendari Berhasil Diringkus Polisi

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Dua orang pelaku berinisial MK (21) dan SU (22) berhasil diringkus Tim Buser 77 Polresta Kendari usai melakukan penganiayaan yang mengakibatkan seorang pria bernama Sudirman (45) kritis di Jalan Chairil Anwar Kelurahan Watulondo Kecamatan Puwatuu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kedua pelaku tersebut ditangkap di Lorong RM. Cici, Jalan Mayjend S. Parman, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari. Pada kamis (27/10/2022) sekitar pukul 23.20 WITA.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Muhammad Eka Fathurrahman mengungkapkan, kemudian Kedua pelaku langsung digiring dan diamankan di Polresta Kendari untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku, sebuah Parang yang digunakan untuk melakukan penganiayaan kepada korban juga diamankan,” Ujar Eka Fathurrahman, Jumat (28/10/2022).

Lebih lanjut, eka Membeberkan, salah satu pelaku yang terlibat dalam penganiayaan tersebut, berprofesi sebagai honorer di Dinas Kebersihan Kota Kendari.

Sementara itu, Dari hasil interogasi Polisi, keduanya ternyata pelaku begal yang terpaksa menganiaya korban karena melakukan perlawanan.

“Dari hasil interogasi, kedua pelaku mengakui bahwa tindak pidana penganiyaan sengaja dilakukan dengan tujuan membegal korban dan menimbulkan keresahan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami luka robek pada bagian bawah telinga, Luka robek pada bagian pergelangan tangan kanan, Luka robek pada bagian kaki kiri, Luka gores pada bagian kaki kanan dan Luka robek pada bagian kepala.

“Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Mako Polresta Kendari guna proses hukum lebih lanjut,”Pungkasnya.

 

Dewa/ Teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News