NewsPolitik

13 Balon Kepala Daerah di Sultra Terima Rekomendasi B1-KWK Partai NasDem

430
×

13 Balon Kepala Daerah di Sultra Terima Rekomendasi B1-KWK Partai NasDem

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Sebanyak 13 Bakal Calon Kepala Daerah di 17 Kabupaten-Kota di Sulawesi Tenggara (Sultra), resmi menerima rekomendasi B1-KWK dari DPP Partai NasDem.

Penyerahan rekomendasikan model B1-KWK Partai NasDem itu, diserahkan langsung oleh Ketua DPW Partai NasDem Sultra, H Ali Mazi disalah satu hotel di Kota Kendari pada, Selasa (20/08/2024).

Ketua DPW Nasdem Sultra H Ali Mazi mengatakan, penyerahan rekomendasi B1-KWK ini sebagai langkah awal dalam menyiapkan proses pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum pada 27-29 pekan depan.

“Partai Nasdem sengaja menyerahkan rekomendasi jauh-jauh hari sebelum pendaftaran. Agar mereka optimis dan segera mendaftar menyiapkan semua syarat-syarat dan juga saya yakin mereka akan memenangkan konstentasi,” katanya kepada awak media.

Partai NasDem kata Mantan Gubernur Sultra dua periode ini, meyakini Calon Bupati dan Walikota yang menerima rekomendasi B1-KWK dari Partai NasDem dapat memenangkan pertarungan pada 27 November mendatang.

“Partai Nasdem sangat yakin kepada kader-kader yang diberikan rekomendasi ini. Kami yakin kita akan memenangkan pertarungan,” ungkapnya.

Ke 13 Pasangan Calon Bupati-Wali Kota dan Wakil Wali Kota itu masing-masing :

1.Calon Bupati dan Wakil Bupati Buton: Alvin Aka Wijaya Putra – Syarifudin Saafa
2. Kabupaten Muna Barat: La Ode Darwin – Ali Basa
3. Kabupaten Buton Tengah: La Andi – Abidin
4. Kabupaten Konawe Utara: Sudiro – Rauf
5. Kota Kendari: Siska Karina Imran – Sudirman
6. Kabupaten Konawe Selatan: Adi Jaya Putra – James Adam Moke
7. Kota Baubau: Yusran Fahim – Wa Ode Hamsina Bolu
8. Kabupaten Muna: Bachrun – Asrafil
9. Kabupaten Wakatobi: Hamirudin – Muhammad Ali
10. Kabupaten Konawe: Harmin Ramba – Dessy Indah Rahmat
11. Kabupaten Kolaka: Amri – Husmaludin
12. Kabupaten Kolaka Timur: Abdul Aziz – Yosep Sahaka
13. Kabupaten Kolaka Utara: Nur Rahman Umar – Jumardin.*(DW)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News