NewsDaerahPendidikan

Untuk Pendidikan Komperhensif, Mahasiswa KKN UGM Ajarkan Alat Musik Pianika Di Desa Malaringgi

1253
×

Untuk Pendidikan Komperhensif, Mahasiswa KKN UGM Ajarkan Alat Musik Pianika Di Desa Malaringgi

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Pengabdian kepada masyarakat atau KKN (Kuliah Kerya Nyata) merupakan salah satu bagian penting dari pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di Universitas Gadjah Mada. Seperti halnya KKN-PPM UGM SG 007 yang bertema “Optimalisasi Potensi Lokal untuk Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Komunitas di Desa Namu, Batujaya, dan Malaringgi” ini dijalankan oleh 28 mahasiswa UGM dari tanggal 1 Juli 2024 sampai dengan 19 Agustus 2024. Tim ini sempat mendapat apresiasi dari H. Surunuddin Dangga, S.T., M.M. selaku Bupati Konawe Selatan pada saat berpartisipasi dalam Program Pemberantasan Stunting di Desa Namu.

Rafi Ramdani, mahasiswa Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya UGM mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa memberikan pendidikan yang komperhensif kepada para sisa khususnya di desa malaringgi.

” pada awal Juli sampai pertengahan Agustus, kami ber KKN-PPM di Desa Malaringgi, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, kami melakukan pengabdian pada masyarakat melalui program Pengajaran Alat Musik Pinaika dengan tema Koawe Belajar: Kegiatan pembelajaran komprehensif dan inovatif bagi anak. Program ini telah dirancang oleh tim KKN-PPM UGM di bawah bimbingan Dra. Eko Sulistyani, M.Sc, dari Departemen Fisika, FMIPA UGM dengan tujuan utama untuk memberikan pendidikan yang komprehensif kepada siswa-siswi di Desa Malaringgi” ungkap Rafi (5/08/2024).

Program yang dijalankanpada pengajaran dan pelatihan memainkan alat musik pinaika sebagai salah satu alat musik modern yang berkembang di Indonesia. Menurut Rafi musik bukan hanya sekedar hiburan, tetapi juga merupakan sarana untuk mengembangkan keterampilan kognitif, sosial, dan emosional anak serta menjadi media untuk melestarikan budaya lokal dengan mengadaptasi lagu-lagu daerah menggunakan alat musik modern.

Dengan memperkenalkan pianika, yang merupakan alat musik modern namun mudah dipelajari, anak-anak dapat meningkatkan koordinasi tangan dan mata, keterampilan motorik halus, serta kemampuan membaca notasi musik. Selain itu, melalui bermain musik bersama, anak-anak juga belajar bekerja sama dan berkomunikasi dengan lebih baik.

Masyarakat menyambut program ini dengan antusias. Anak-anak yang semula memiliki keterbatasan dalam bermain alat musik, kini mulai menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Rafi tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mentor yang membantu membangun rasa percaya diri dalam diri anak-anak untuk berkesplorasi dan belajar bermusik. Dengan keterampilan bermain pianika, anak-anak diharapkan dapat memiliki kesempatan lebih luas untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni di sekolah maupun di luar sekolah. Hal ini dapat membuka jalan bagi mereka untuk mengeksplorasi minat dan bakat dalam bidang musik, yang dapat menjadi bekal untuk masa depan. (AN)

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News