HeadlineNews

Puluhan Mahasiswa Pencinta Alam Se-Indonesia Mulai Pendakian Gunung Mekongga dalam Rangkaian TWKM ke-35

411
×

Puluhan Mahasiswa Pencinta Alam Se-Indonesia Mulai Pendakian Gunung Mekongga dalam Rangkaian TWKM ke-35

Share this article

 

TERAMEDIA.ID, Kota Kendari – Sedikitnya 24 mahasiswa pencinta alam (Mapala) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mulai melakukan pendakian Gunung Mekongga dengan ketinggian 2.620 meter di atas permukaan laut (mdpl), Rabu (21/10/2026).

Pendakian tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) ke-35 Mahasiswa Pencinta Alam Se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Mahacala Universitas Halu Oleo (UHO) sebagai tuan rumah pada 22–28 Oktober 2026.

Pimpinan Operasi Kenal Medan Gunung Hutan, Jamal, mengatakan para peserta diberangkatkan untuk mengikuti kegiatan lapangan sebagai salah satu agenda dalam rangkaian TWKM ke-35.

Sementara itu, Ketua Umum Mahacala UHO, Ika Amalia, menjelaskan bahwa peserta Kenal Medan Gunung Hutan diberangkatkan lebih awal, yakni pada 21 Oktober 2026, dengan mempertimbangkan waktu operasi dan tantangan medan pendakian Gunung Mekongga.

Menurut Ika, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa pencinta alam dari berbagai perguruan tinggi untuk mengasah kemampuan sekaligus mempererat persaudaraan melalui pengalaman berkegiatan di alam bebas.

“Melalui kegiatan Kenal Medan Gunung Hutan ini, kami berharap para peserta dapat memperoleh pengalaman lapangan, meningkatkan kemampuan teknis, serta memperkuat solidaritas dan kerja sama antarmahasiswa pencinta alam se-Indonesia,” ujarnya.

Gunung Mekongga merupakan puncak tertinggi di Sulawesi Tenggara dengan ketinggian sekitar 2.620 mdpl. Gunung yang berada di kawasan Pegunungan Verbeek, wilayah Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara, ini memiliki karakteristik medan yang menantang, vegetasi rapat, serta jalur pendakian yang membutuhkan persiapan fisik, kemampuan teknis, dan manajemen perjalanan yang matang.

Waktu operasi pendakian menuju puncak dapat mencapai lima hingga sembilan hari, bergantung pada kondisi jalur, cuaca, serta kesiapan dan kemampuan tim dalam menghadapi medan gunung hutan.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan navigasi darat, teknik pendakian, manajemen perjalanan, komunikasi, dan kerja sama tim. Kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman serta mempererat persaudaraan antarmahasiswa pencinta alam dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai tuan rumah TWKM ke-35 Mahasiswa Pencinta Alam Se-Indonesia, Mahacala UHO turut memperkenalkan potensi alam Sulawesi Tenggara sekaligus mendorong kesadaran peserta akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan selama menjalankan aktivitas di alam bebas.(*)

Editor:NZ