NewsMetro

Wali Kota Kendari Cek Intake Anggoeya, Antisipasi Gangguan Pasokan Air Bersih

34
×

Wali Kota Kendari Cek Intake Anggoeya, Antisipasi Gangguan Pasokan Air Bersih

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI – Pemerintah Kota Kendari mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan berlangsung hingga November 2026. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, turun langsung meninjau intake Anggoeya, untuk memastikan ketersediaan sumber air tetap mendukung kebutuhan masyarakat, Jumat (16/10/2026).

Peninjauan tersebut difokuskan pada pemeriksaan kondisi debit air di intake yang memiliki kapasitas 40 liter per detik. Infrastruktur ini menjadi salah satu sumber pelayanan air bersih bagi masyarakat di tiga kecamatan di wilayah tersebut.

Langkah antisipasi ini dilakukan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi berlanjutnya kondisi kering di Kota Kendari hingga November mendatang.

Siska mengatakan, pemerintah daerah perlu mengambil langkah lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

“Informasi dari BMKG menyebutkan kondisi kekeringan di Kota Kendari diprediksi terjadi sampai November. Karena itu, kami melakukan upaya mitigasi dengan mengecek langsung debit air di intake Anggoeya untuk memastikan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan peninjauan awal, potensi ketersediaan air di intake Anggoeya masih dinilai relatif lebih baik. Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat pemerintah mengabaikan kebutuhan untuk memperkuat pengelolaan dan meningkatkan efektivitas distribusi air bersih.

Menurut Siska, bertambahnya jumlah pelanggan Perumda Air Minum Tirta Anoa menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keseimbangan antara kapasitas sumber air dan kebutuhan pelayanan.

Karena itu, diperlukan perhitungan teknis serta strategi tambahan agar sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Potensinya masih bisa dikatakan lebih baik. Tetapi kita masih membutuhkan tambahan formula agar lebih efektif dan bisa menambah jumlah pelanggan yang mendapatkan pelayanan air bersih di Kota Kendari,” katanya.

Pemkot Kendari selanjutnya akan membahas langkah intervensi bersama Direktur Perumda Air Minum Tirta Anoa dan Dinas Pekerjaan Umum. Koordinasi juga akan diperkuat dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) serta instansi terkait lainnya untuk merumuskan solusi berdasarkan kondisi sumber air dan kebutuhan pelayanan.

Siska menegaskan, upaya menjaga pasokan air bersih tidak cukup hanya dengan memantau kondisi sumber air, tetapi juga membutuhkan perencanaan yang terukur dan koordinasi lintas instansi.

Hasil evaluasi lapangan akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk upaya meningkatkan efektivitas pemanfaatan sumber air di tengah tantangan perubahan cuaca.

Melalui peninjauan ini, Pemkot Kendari berharap langkah mitigasi dapat dilakukan lebih dini sehingga potensi gangguan pasokan air bersih bisa diantisipasi. Pemerintah juga berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas selama periode cuaca kering berlangsung.(SM)