Opini

Menyibak Pesona Air Terjun Pitu Ndengga: Surga Tersembunyi di Desa Namu yang Menanti Sentuhan Infrastruktur

859
×

Menyibak Pesona Air Terjun Pitu Ndengga: Surga Tersembunyi di Desa Namu yang Menanti Sentuhan Infrastruktur

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan — Desa Namu di Kabupaten Konawe Selatan ternyata menyimpan mutiara alam yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Potensi ini terungkap melalui kegiatan observasi wisata yang dilakukan oleh tim Kuliah Kerja Nyata – Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Konawe Selatan 2026, yang dibantu oleh masyarakat lokal baru-baru ini.

Dalam observasi tersebut, tim KKN-PPM UGM Konawe Selatan 2026 (SG-004) sub-unit Namu A yang didampingi oleh Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen FMIPA UGM yang juga berperan sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menemukan keindahan alam yang memukau berhasil dipetakan, yaitu Air Terjun Pitu Ndengga. Menurut warga setempat, air terjun tersebut diberi nama Pitu Ndengga, yang dalam bahasa Tolaki, bahasa mayoritas masyarakat Namu yang memiliki arti tujuh tingkatan. Sesuai dengan namanya, aliran air terjun ini memiliki ketinggian yang cukup besar hingga membentuk tujuh tingkatan.

Dikelilingi oleh rimbunnya vegetasi hutan yang masih sangat asri, Air Terjun Pitu Ndengga menawarkan pemandangan alam yang eksotis dan menyegarkan. Karena lokasinya yang belum terekspos, keaslian ekosistem di sekitarnya masih sangat terjaga. Suara gemuruh air yang jernih berpadu dengan ketenangan alam sekitar, menjadikan tempat ini pelarian sempurna dari hiruk-pikuk perkotaan.

Namun, di balik pesona alamnya yang indah, surga tersembunyi ini masih terbelenggu oleh minimnya infrastruktur. Saat ini, jalur menuju Air Terjun Pitu Ndengga masih terbilang sulit dijangkau. Wisatawan harus melewati medan tanah yang cukup menantang dan menyusuri jalan setapak yang belum tertata serta masih ditumbuhi semak belukar. Jika berjalan santai, waktu tempuh perjalanan dari pintu masuk hingga ke puncak air terjun diperkirakan mencapai 1 hingga 1,5 jam.

Untuk sementara waktu, kondisi akses yang masih alami ini memang sangat cocok dipromosikan sebagai destinasi wisata minat khusus bagi para pecinta alam yang gemar tracking. Rute perjalanannya menawarkan pengalaman petualangan tersendiri yang akan terbayar lunas begitu tiba di titik air terjun.

Lebih dari sekadar keindahan alam, Air Terjun Pitu Ndengga membawa harapan besar bagi geliat ekonomi masyarakat setempat. Jika akses jalan utama dan fasilitas penunjang lainnya mulai diperhatikan dan dibangun, destinasi ini diyakini akan menjadi magnet pariwisata baru.

“Air Terjun Pitu Ndengga memiliki daya tarik ekowisata yang luar biasa. Jika akses jalannya bisa diperbaiki dan dikelola dengan baik, tempat ini bisa membuka banyak peluang usaha bagi warga Desa Namu, mulai dari pemandu wisata lokal, penyewaan lahan parkir, hingga sentra kuliner dan suvenir,” ungkap Toing, seorang warga lokal yang menemani tim KKN melakukan observasi di lokasi.

Observasi potensi wisata ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik untuk membuka mata banyak pihak. Air Terjun Pitu Ndengga adalah bukti nyata bahwa wilayah pariwisata daerah masih memiliki banyak potensi yang menunggu untuk dipoles. Kolaborasi antara masyarakat Desa Namu, pemerintah daerah, dan investor kini sangat dinantikan agar pesona Pitu Ndengga tidak hanya sekadar menjadi rahasia alam, melainkan juga pendorong kesejahteraan ekonomi warga sekitar.(*AN)

 

Editor:NZ