NewsPariwisata

Keindahan Landscape dan Terapi Alam Desa Wisata Wawolasea

891
×

Keindahan Landscape dan Terapi Alam Desa Wisata Wawolasea

Share this article

TERAMEDIA.ID, KONAWE UTARA – Desa Wisata Wawolesea Terletak Di Kecamatan wawolesea Kabupaten Konawe Utara. Desa ini memiliki wisata otentik yakni Wisata Air Panas Wawolesea dan wisata purbakala.

Begitu memasuki kawasan air panas Wawolesea, deretan puluhan pohon pinus yang berjejer rapi bakal menyejukkan pandangan, apalagi ditambah hembusan angin sepoi-sepoi. Sungguh penat tak akan begitu terasa.

Berada di antara perbukitan kapur, ratusan mata air membentuk gelembung seolah mendidih, dan tiada hentinya memuncratkan air panas dari perut bumi. Meski terpisah dengan lautan, air di tempat ini rasanya asin dan mengeluarkan aroma belerang. tempat ini juga tidak hanya dijadikan sebagai tempat untuk rekreasi dan melepas penat saja,tetapi dijadikan juga sebagai alternatif untuk berobat.

Air panas Wawolesea ini membentuk sebuah sumur yang mengalir ke kolam-kolam menyerupai sengkedan persawahan, makin menambah indahnya pemandangan. Dasar kolam-kolam yang tersusun dari bebatuan kapur itu berwarna putih memantulkan cahaya. Jika beranjak sedikit lebih jauh, mata akan disuguhi pemandangan gradasi air yang membiru.

Tak hanya itu wisata ini juga dikelilingi lingkungan yang masih sangat asri dengan pohon pinus yang masih terjaga sehingga masih membuat lokasi ini masih sangat alami dengan desain alamiahnya.

Kepala Dinas Pariwisata Konut, Rias Aritman.mengatakan Di hari-hari libur, seperti saat lebaran Idhul Fitri dan Idhul Adha pengunjung di wisata Air Panas Wawolesea ini mencapai ribuan orang. Hal itu diungkapkan

“Pengunjungnya membludak, mencapai hari enam ribu orang. Ini karena wisatanya sudah viral jadi banyak yang penasaran berkunjung,”ungkapnya.

Tempat rekreasi ini juga terus di rawat dan di pelihara oleh Pemerintah setempat, melalui Dinas Pariwisata Konawe Utara, bekerjasama pemerintah kecamatan dan desa Wawolesea.

Untuk di ketahui bahawa Jarak yang bisa ditempuh menuju wisata Wawolesea di Konawe Utara sekitar dua jam dari arak kota Kendari lewat jalan poros Pohara, atau lewat jalan pabrik morosi.

Sedangkan untuk menempuh lewat Kabupaten Konawe jalur jalan poros Kecamatan Meluhu hanya sekitar satu setengah jam saja.

Pemandian Air Panas Wawolesea memiliki puluhan mata air panas yang tersebar di beberapa titik lokasi.

Hal ini akan menambah suhu panas ketika siang hari saat matahari sedang terik. Saat sedang terik, pengunjung banyak memilih untuk bersantai terlebih dahulu di gazebo yang disediakan.

Di tempat ini juga terdapat beberapa warung yang menyediakan makanan bagi para isatawan. Dengan panorama alam yang menenangkan dan manfaat kesehatan yang ditawarkan, tak heran jika Pemandian Air Panas Wawolesea semakin populer di kalangan wisatawan.

Fasilitas yang disediakan di wisata ini cukup memadai, mulai dari area parkir, kamar mandi, hingga gazebo untuk bersantai bersama keluarga, teman, maupun saat sendiri. (S**)

 

Editor:NZ

 

 

 

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News