NasionalHeadlineNews

HUGUA Jadi Narasumber Utama AICoMS 3, Sultra Dipercaya Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional 2027

342
×

HUGUA Jadi Narasumber Utama AICoMS 3, Sultra Dipercaya Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional 2027

Share this article

TERAMEDIA.ID, SURABAYA– Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Ir. Hugua, M.Ling, tampil sebagai narasumber utama dalam The 3rd APEBSKID International Conference on Multidisciplinary Studies (AICoMS 3) yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bekerja sama dengan APEBSKID Indonesia, Komisariat Pusat dan Jawa Timur.

Konferensi internasional tersebut merupakan bagian dari rangkaian puncak Dies Natalis UNESA ke-62. AICoMS 3 mengangkat isu integrasi Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam bidang budaya, bahasa, sastra, komunikasi, seni, dan desain di tengah perkembangan transformasi digital.

Dalam forum yang dihadiri akademisi dan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia serta sejumlah negara, antara lain Jerman, Jepang, Austria, dan China, Hugua menyampaikan perspektif kebijakan daerah serta pengalaman Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal.

Hugua juga berbagi praktik baik Sultra dalam pelestarian budaya dan bahasa daerah yang berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi dan sosial.

Menurut Hugua, kearifan lokal memiliki posisi penting dalam memastikan pembangunan berkelanjutan dapat diterapkan sesuai karakteristik dan kebutuhan masyarakat di daerah.

“Kunci dari pembangunan berkelanjutan adalah kearifan lokal yang ada di Sulawesi Tenggara. Salah satu bentuk konkretnya adalah menjadikan lembaga adat sebagai mitra pembangunan, sehingga nilai-nilai adat dan budaya menjadi roh pembangunan, termasuk dalam reformasi birokrasi berbasis budaya lokal,” ujar Hugua.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sultra juga menerima penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Wisata Budaya Nusantara Berkelanjutan atas kontribusinya dalam mendorong pelestarian budaya, pengembangan pariwisata berbasis budaya, serta pembangunan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Hugua memperkenalkan Model Hugua, yang terdiri atas Humanity, Uniqueness, Governance, Universal Promotion, dan Accessibility. Model tersebut ditawarkan sebagai pendekatan dalam membangun pariwisata yang inklusif, tangguh (resilient), dan berkelanjutan.

Hugua menjelaskan bahwa Model Hugua dapat menjadi jembatan (pathway) untuk mempertemukan kepentingan global, termasuk agenda SDGs, dengan kebutuhan dan nilai-nilai lokal dalam implementasinya di tingkat akar rumput.

Selain menjadi narasumber utama, Sulawesi Tenggara juga mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi internasional APEBSKID tahun 2027.

Atas kepercayaan tersebut, Hugua menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada APEBSKID serta seluruh pihak yang memberikan kepercayaan kepada Sulawesi Tenggara.

“Saya mengucapkan terima kasih karena Sulawesi Tenggara diberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi internasional tahun 2027,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, akademisi Dr. La Ode Taalami menyampaikan bahwa Bupati Wakatobi, H. Haliana, SE, menyatakan kesiapan Kabupaten Wakatobi menjadi tuan rumah konferensi internasional tersebut.

Hugua mengapresiasi inisiatif dan kesiapan Pemerintah Kabupaten Wakatobi. Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkenalkan potensi daerah ke dunia internasional.

“Saya mengapresiasi inisiatif dan kesiapan tersebut. Ini merupakan bukti komitmen kepala daerah dalam mempromosikan kawasannya di dunia internasional,” ujar Hugua.

Ia menambahkan, penetapan lokasi dan pelaksanaan konferensi di Wakatobi selanjutnya diserahkan kepada kesepakatan antara Komisariat APEBSKID wilayah kepulauan dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi.

Kepercayaan menjadi tuan rumah APEBSKID International Conference 2027 sekaligus menjadi momentum bagi Sulawesi Tenggara untuk memperkenalkan kekayaan budaya, potensi pariwisata, serta praktik pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal kepada jejaring akademik dan internasional.(*)

Editor:NZ