InternasionalHeadlineNews

Wakili Pemrov Sultra, Wagub Hugua Perkuat Jejaring Internasional Dalam Urban Climate Forum 2026

567
×

Wakili Pemrov Sultra, Wagub Hugua Perkuat Jejaring Internasional Dalam Urban Climate Forum 2026

Share this article

TERAMEDIA.ID, JAKARTA, — Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Dr. Ir. Hugua, M.Ling memanfaatkan kehadirannya dalam Urban Climate Forum 2026 sebagai momentum memperkuat jejaring kerja sama, baik dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah di Indonesia, maupun pemerintah kota dan mitra pembangunan di kawasan Asia-Pasifik.

Hugua hadir mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam forum yang digelar United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) bersama Pemerintah Indonesia dan sejumlah mitra terkait di Jakarta, 16–17 September 2026.

Forum strategis tersebut mempertemukan lebih dari 200 peserta yang terdiri atas pemerintah daerah dan asosiasi pemerintah daerah, kementerian dan lembaga pemerintah, organisasi internasional, mitra pembangunan, organisasi masyarakat sipil, akademisi hingga sektor swasta.

Kegiatan ini juga melibatkan delegasi dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik serta sejumlah kementerian, di antaranya Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Bagi Pemerintah Provinsi Sultra, keikutsertaan dalam forum tersebut bukan sekadar menghadiri agenda internasional. Hugua melihat forum ini sebagai ruang strategis untuk membuka peluang kolaborasi dan kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan Sulawesi Tenggara.

“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berterima kasih atas undangan yang diberikan dalam forum strategis ini,”** ujar Hugua.

Menurutnya, pemerintah provinsi memiliki kepentingan untuk memperkuat hubungan dan jejaring dengan berbagai pihak yang hadir dalam forum tersebut.

“Pemerintah provinsi punya kepentingan dalam forum ini untuk memperkuat jejaring dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah lain, serta membangun kerja sama dengan pemerintah kota se-Asia Pasifik untuk pembangunan di Sulawesi Tenggara,”katanya.

Urban Climate Forum 2026 secara khusus membahas tantangan pembangunan perkotaan dan perubahan iklim, termasuk pentingnya mendorong tata kelola kota yang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan dan tangguh menghadapi perubahan iklim.

Hugua menilai isu tersebut semakin relevan karena persoalan lingkungan menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat perkotaan saat ini.

Karena itu, berbagai pengalaman yang dibagikan pemerintah kota dan daerah dalam forum tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi Sulawesi Tenggara dalam mengembangkan pembangunan yang lebih berwawasan lingkungan.

“Banyak pembelajaran yang didapat dari forum ini, dari kota-kota yang sudah menerapkan tata kota ramah lingkungan yang bisa kita praktikkan untuk pembangunan di Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.

Menurut Hugua, pertukaran pengalaman antarwilayah menjadi salah satu nilai penting dari forum internasional tersebut. Berbagai inovasi dalam pengelolaan kota, mobilitas perkotaan, lingkungan hingga aksi menghadapi perubahan iklim dapat menjadi bahan pembelajaran yang kemudian disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan daerah.

Urban Climate Forum 2026 juga menjadi momentum penguatan komitmen lintas kementerian dalam mendorong tata kelola mobilitas perkotaan dan penguatan aksi iklim di tingkat lokal.

Komitmen tersebut diarahkan pada integrasi kebijakan nasional dan daerah, penguatan kepemimpinan lokal, pengembangan pembiayaan inovatif serta penguatan kemitraan multipihak untuk mempercepat pembangunan perkotaan yang tangguh terhadap perubahan iklim.

Sejumlah pejabat nasional turut hadir dalam forum tersebut, antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Wakil Menteri PPN/Bappenas serta Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Dengan kehadiran berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik, forum ini menjadi ruang untuk memperluas kerja sama dan pertukaran pengetahuan dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan dan perubahan iklim.

Bagi Sulawesi Tenggara, kehadiran Hugua di forum tersebut sekaligus membuka ruang bagi daerah untuk memperkenalkan potensi dan kebutuhan pembangunan Sultra kepada jejaring pemerintah daerah serta mitra pembangunan di tingkat regional.

Melalui penguatan jejaring nasional dan internasional, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi untuk menghadirkan pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan ketangguhan menghadapi perubahan iklim.(*)

Editor:NZ