Sosial Budaya

Sore di Batu Jaya: Bola Voly Jadi Ruang Kebersamaan Warga

161
×

Sore di Batu Jaya: Bola Voly Jadi Ruang Kebersamaan Warga

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Ketika aktivitas sehari-hari mulai usai dan matahari perlahan condong ke barat, suasana Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, justru semakin hidup.

Hampir setiap hari, sekitar pukul 15.30 WITA, masyarakat berbondong-bondong menuju lapangan desa. Bukan untuk menghadiri sebuah acara khusus, melainkan menjalani rutinitas yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka, yakni berolahraga sekaligus berkumpul bersama.

Kebiasaan sederhana tersebut menarik perhatian Melani Fatikan, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang kemudian mengangkatnya sebagai potret kehidupan sosial masyarakat selama mengikuti KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya.

Kegiatan KKN tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen FMIPA UGM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Menurut Melani, rutinitas sore warga Batu Jaya menunjukkan bahwa ruang publik di desa masih memiliki peran penting sebagai tempat membangun interaksi dan mempererat hubungan antarmasyarakat.

Di lapangan voli desa, pemuda, bapak-bapak, hingga ibu-ibu tampak saling bergantian bermain dalam suasana penuh semangat. Sorak sorai, tawa, dan candaan antarpemain mengiringi jalannya permainan.

Bagi masyarakat Batu Jaya, permainan voli bukan sekadar aktivitas olahraga. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana melepas penat setelah menjalani rutinitas sehari-hari sekaligus memperkuat ikatan sosial antarwarga.

Di sisi lain lapangan, anak-anak juga tampak menikmati permainan sepak bola. Mereka berlari mengejar bola dengan penuh semangat, diselingi gelak tawa dan sorakan teman-teman ketika berhasil mencetak gol.

Pemandangan sederhana tersebut menjadi gambaran kehidupan sosial yang masih hangat di Desa Batu Jaya. Dalam satu ruang yang sama, berbagai kelompok usia dapat berkumpul, beraktivitas, dan berinteraksi secara langsung.

“Kalau sore, masyarakat memang hampir selalu berkumpul di lapangan. Ada yang bermain voli, anak-anak bermain sepak bola, dan yang lain datang untuk menyaksikan sambil berbincang. Kebiasaan ini membuat hubungan antarwarga tetap terjalin erat,” ujar Ruslan, salah seorang warga Desa Batu Jaya.(4/8/2026).

Bagi Melani, rutinitas tersebut menjadi bukti bahwa kebersamaan tidak selalu harus dibangun melalui kegiatan besar atau acara formal. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten justru mampu menciptakan ruang interaksi yang memperkuat rasa kekeluargaan di tengah masyarakat.

Melalui dokumentasi kehidupan sehari-hari ini, Tim KKN-PPM UGM Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya berharap nilai-nilai kebersamaan yang masih terjaga dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Di tengah perkembangan zaman dan semakin berkurangnya interaksi langsung dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan berkumpul, berolahraga, dan saling berbincang di ruang publik menjadi modal sosial yang berharga dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Desa Batu Jaya.(*)

Editor:NZ