NewsPendidikan

Tim PDB FPIK UM Kendari, Dorong Terciptanya 3 Produk UMKM Baru di Desa Wisata Namu

908
×

Tim PDB FPIK UM Kendari, Dorong Terciptanya 3 Produk UMKM Baru di Desa Wisata Namu

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan —Potensi sumber daya alam pesisir tidak hanya menjadi penopang sektor perikanan, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Hal inilah yang dikembangkan Kelompok Wanita Tani (KWT) UMKM Namu Meambo di Desa Wisata Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe selatana melalui pemanfaatan hasil pesisir menjadi produk olahan bernilai ekonomi.

Melalui pendampingan dari Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Kendari, KWT UMKM Namu Meambo berhasil mengembangkan tiga produk baru, yakni Minyak Kelapa Khas Namu, Sambal Kerang Kuku, dan Sambal Teripang Lihi.

Dengan mengusung semangat Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Sinergitas Wisata Bahari dan Ekonomi Kreatif dalam mendorong Kemandirian Ekonomi Desa Namu Sebagai desa wisata unggulan di Kabupaten Konawe Selatan dan Sulawesi tenggara. Tim PDB FPIK Universitas Muhammadiyah Kendari mendorong pengembangan diversifikasi produk menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Desa Wisata Namu.

Program pengabdian ini memperoleh dukungan pendanaan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atau KEMDIKTISAINTEK.

Tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai proses pengolahan bahan baku, tetapi juga mencakup peningkatan keterampilan dalam produksi, pengemasan, hingga pemasaran. Dengan demikian, hasil sumber daya pesisir yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi terbatas dapat diolah menjadi produk yang lebih bernilai dan memiliki peluang untuk dipasarkan secara lebih luas.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Kendari, Lely Okmawaty Anwar, S.Pi., M.Si Yang juga merupakan Anggota Tim PDB FPIK UM Kendari ini menjelaskan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal menjadi produk olahan merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan, dengan melakukan diversifikasi produk dengan bahan alam sekitar desa namu.

” dalam program Pengabdian Masyarakat ini, kami mendorong Kelompok wanita tani atau Kelompok UMKM Namu Meambo untuk berinovasi berbasis potensi lokal juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif masyarakat pesisir, dengan memanfaatlan bahan alam sekitar pesisir desa yaitu Kerang Kuku, dan jenis Teripang Lihi untuk dijadikan sambal, serta sumber daya perkebunan kelapa untuk dijadikan Minyak Kelapa Khas Namu. DIharapkan produk yang dihasilkan mampu mengangkat karakter dan identitas produk lokal desa wisata namu dan dapat mendorong perekonomian warga setempat ” ujar Lely

Sementara itu, Ketua KWT UMKM Namu Meambo, Erlian**, mengatakan program pengabdian dari FPIK UM Kendari ini mampu memberikan manfaat besar bagi kelompoknya. Selain memperoleh pengetahuan baru dalam mengolah hasil sumber daya pesisir, anggota kelompok juga semakin termotivasi untuk mengembangkan produk yang memiliki daya saing.

” kami sangat berterima kasih atas kehadiran PDB FPIK Universitas Muhammdiyah kendari, karena 3 produk berhasil kamu buat, dan kami berharap produk yang dihasilkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas ” ungkap Erlian.

Kehadiran tiga produk baru tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi UMKM Namu Meambo untuk memperluas usaha sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Minyak Kelapa Khas Namu, Sambal Kerang Kuku, dan Sambal Teripang Lihi juga diharapkan tidak sekadar menjadi produk konsumsi, tetapi mampu berkembang menjadi produk unggulan Desa Wisata Namuyang membawa identitas dan cerita tentang potensi pesisir setempat.(*)

 

Editor:NZ