PariwisataNewsSosial Budaya

Festival Budaya Burangasi 2026, Merawat dan Melestarikan Budaya Leluhur

112
×

Festival Budaya Burangasi 2026, Merawat dan Melestarikan Budaya Leluhur

Share this article

TERAMEDIA.ID, BUTON SELATAN – Ratusan warga Desa Burangasi, Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Buton Selatan, bersama masyarakat dari wilayah sekitarnya memadati alun-alun kampung Desa Burangasi, Kamis sore, 22 Oktober 2026. Mereka mengikuti pawai budaya yang menjadi bagian dari Festival Budaya Burangasi 2026.

Anak-anak, remaja hingga orang dewasa tampil mengenakan beragam corak dan warna pakaian adat Buton. Dengan penuh semangat, peserta berjalan kaki dari alun-alun kampung menuju lapangan sepak bola Desa Burangasi yang menjadi titik akhir pawai.

Suasana semakin semarak dengan penampilan tari kolosal yang melibatkan siswa-siswi SMP dan SMA sederajat. Gerakan tari yang ditampilkan menjadi gambaran keterlibatan generasi muda dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Festival Budaya Burangasi tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga tradisi yang diwariskan para leluhur.

Pada malam harinya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan welcome dinner bagi tamu undangan dari Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dan Provinsi Sulawesi Tenggara. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi Festival Budaya Burangasi 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Selatan, La Ode Harwanto, S.Pd., M.Pd., yang mewakili bupati, mengatakan festival tersebut merupakan wujud kepedulian dan kecintaan generasi muda terhadap budaya peninggalan nenek moyang.

” Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama agar nilai-nilai tradisi tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.” ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, Festival Budaya Burangasi 2026 akan menghadirkan beragam kegiatan dan atraksi budaya, mulai dari permainan tradisional, dialog budaya, hingga tradisi Ma’acia yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan masyarakat.

Ma’acia merupakan tradisi yang mengandung makna ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Sang Pencipta atas limpahan hasil bumi serta keselamatan yang diberikan kepada seluruh masyarakat.

Lebih dari sekadar ritual adat, tradisi ini juga mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Burangasi. Setiap tahapan prosesi melibatkan warga kampung, sehingga pelaksanaannya menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial dan menjaga semangat gotong royong.

Melalui Festival Budaya Burangasi 2026, masyarakat tidak hanya merayakan kekayaan tradisi, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk merawat warisan leluhur agar tetap dikenal, dipahami, dan dilestarikan oleh generasi mendatang.*red