NewsMetro

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran Perkuat Akses Keuangan UMKM di Rakornas TPAKD 2026

259
×

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran Perkuat Akses Keuangan UMKM di Rakornas TPAKD 2026

Share this article

TERAMEDIA.ID, Kota Kendari – Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Forum nasional ini menjadi momentum memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Rakornas yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto tersebut mengusung tema “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia”. Kegiatan ini mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, serta industri jasa keuangan untuk memperkuat kolaborasi dalam memperluas akses layanan keuangan.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengapresiasi pembentukan TPAKD di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia sejak akhir 2024. Ia menekankan bahwa perluasan akses keuangan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pendapatan, daya beli, dan kesejahteraan keluarga.

Presiden juga mengingatkan agar pembangunan ekonomi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan makro, tetapi turut dirasakan oleh petani, nelayan, pedagang, dan pelaku UMKM.

Rakornas TPAKD 2026 turut ditandai dengan peluncuran Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) oleh Presiden Prabowo Subianto. Pembentukan lembaga ini memperkuat perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan keuangan masyarakat, tidak sekadar kepemilikan dan penggunaan produk jasa keuangan.

Bagi Pemerintah Kota Kendari, agenda tersebut menjadi landasan untuk memperkuat program perluasan akses pembiayaan, peningkatan literasi keuangan, dan pengembangan sektor usaha produktif.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menegaskan, akses keuangan harus mampu membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam memperoleh pembiayaan formal.

“Perluasan akses keuangan harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Kota Kendari, kami ingin memastikan bahwa pelaku UMKM, perempuan pelaku usaha, generasi muda, serta masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses pembiayaan dapat memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.

Menurut Siska, penguatan akses keuangan perlu disertai peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan ekosistem ekonomi digital, serta pemanfaatan layanan keuangan digital untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM lokal.

Ia berharap hasil Rakornas dapat diterjemahkan menjadi program konkret di Kota Kendari melalui sinergi pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, perbankan, dan lembaga jasa keuangan lainnya.

“Kami berharap hasil Rakornas ini dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret di daerah, terutama dalam memperkuat akses pembiayaan usaha produktif, meningkatkan literasi keuangan, dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Kendari melalui TPAKD diharapkan semakin aktif mengidentifikasi kebutuhan pembiayaan masyarakat dan memperluas jangkauan layanan keuangan formal.

Melalui langkah tersebut, akses keuangan diharapkan tidak berhenti pada kemudahan memperoleh layanan perbankan, tetapi juga menjadi pendorong tumbuhnya usaha, peningkatan pendapatan keluarga, dan pemerataan kesejahteraan masyarakat Kota Kendari.(SM)

 

Editor:NZ