News

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan sebagai Wujud Cinta Tanah Air dan Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat

588
×

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan sebagai Wujud Cinta Tanah Air dan Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat

Share this article

TERAMEDIA.ID, Kota Kendari – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa pembangunan ekonomi yang inklusif merupakan bagian penting dari upaya mencintai tanah air, dengan memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mencapai kesejahteraan.

Pesan tersebut menjadi salah satu nilai utama yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, melalui semangat Mencintai tanah air adalah memastikan tidak ada satu pun anak negeri yang tertinggal dari kemajuan, yang di ungkapkan oleh Ketua OJK Sultra Bismi Bismi Maulana Nugraha​ di loaksi kegiatan BIK 2026.

” Bahwasannya, OJK Sultra menekankan bahwa inklusi keuangan tidak semata-mata diukur dari banyaknya masyarakat yang memiliki rekening atau mengakses layanan perbankan, tetapi juga dari sejauh mana kehadiran sektor jasa keuangan mampu memberikan perlindungan, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat” ujar Bismi.

Lanjut Bismi, terdapat tiga kelompok masyarakat yang menjadi perhatian dalam pesan pembangunan ekonomi inklusif tersebut, yakni nelayan, petani, dan generasi muda Sulawesi Tenggara.

Pertama, memastikan tidak ada nelayan yang terjerat rentenir. Pesan ini menekankan pentingnya memperluas akses pembiayaan formal yang aman, terjangkau, dan sesuai kebutuhan masyarakat pesisir. Dengan akses keuangan yang lebih baik, nelayan diharapkan tidak lagi bergantung pada praktik pinjaman berbunga tinggi yang berpotensi membebani kehidupan ekonomi keluarga mereka.

Kedua, memastikan tidak ada petani yang jatuh miskin karena satu musim gagal panen. Hal ini menggambarkan pentingnya penguatan ketahanan ekonomi petani melalui literasi keuangan, akses pembiayaan produktif, serta pemanfaatan instrumen perlindungan risiko keuangan yang sesuai. Dengan demikian, masyarakat pertanian diharapkan memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi ketidakpastian hasil produksi dan perubahan kondisi alam.

Ketiga, memastikan tidak ada pemuda Sulawesi Tenggara yang kehilangan tabungan akibat investasi bodong. Pesan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya edukasi dan perlindungan konsumen, khususnya bagi generasi muda yang semakin aktif menggunakan layanan keuangan digital dan berbagai instrumen investasi.

Melalui peningkatan literasi keuangan, generasi muda diharapkan mampu mengenali produk investasi yang legal, memahami risiko, serta terhindar dari berbagai bentuk penipuan dan penawaran keuntungan yang tidak masuk akal.

Ketiga pesan tersebut menunjukkan bahwa inklusi keuangan memiliki peran strategis yang lebih luas, bukan hanya untuk meningkatkan aktivitas transaksi keuangan, melainkan juga membangun ketahanan ekonomi keluarga, melindungi kelompok masyarakat rentan, dan menciptakan kesempatan ekonomi yang lebih merata.

” Melalui semangat “Inklusi Keuangan, Kuatkan Sultra”, pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara OJK, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadirkan layanan keuangan yang semakin mudah diakses, aman, serta memberikan manfaat nyata.” lanjut Bismi

Pada akhirnya, pesan cinta tanah air yang diangkat dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa kemajuan ekonomi daerah seharusnya tidak hanya tercermin dari pertumbuhan angka dan transaksi, tetapi juga dari kemampuan seluruh masyarakat, termasuk nelayan, petani, dan generasi muda, untuk tumbuh bersama tanpa tertinggal dari kemajuan pembangunan.

Sebab, inklusi keuangan yang sesungguhnya bukan sekadar membuka akses terhadap layanan keuangan, tetapi memastikan akses tersebut mampu melindungi kehidupan, memperkuat kemandirian, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.(*)

Editor :NZ