NewsMetroPendidikan

Sekolah Rakyat Kendari Mulai Berjalan, Wali Kota Targetkan Pendidikan Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

28
×

Sekolah Rakyat Kendari Mulai Berjalan, Wali Kota Targetkan Pendidikan Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI, – Operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Kendari resmi dimulai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (3/8/2026).

Kehadiran sekolah berasrama ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Kendari untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong percepatan pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

MPLS dibuka langsung oleh Wali Kota Kendari Siska Karina Imran. Dalam sambutannya, wali kota menegaskan bahwa, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan tanpa memandang kondisi ekonomi keluarganya. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan.

“Program ini bukan hanya menghadirkan sekolah, tetapi juga membuka harapan baru bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan,” kata Siska.

Siska menjelaskan, pembangunan manusia menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Kendari. Visi tersebut sejalan dengan RPJMD Kota Kendari 2025–2029 yang menempatkan peningkatan kualitas pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah yang maju, berdaya saing, adil, dan berkelanjutan.

Ia mengungkapkan, hasil pendataan pemerintah menunjukkan masih terdapat hampir 1.000 anak usia sekolah dasar dan menengah pertama di Kota Kendari yang belum mengenyam pendidikan. Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi solusi nyata untuk menekan angka anak tidak sekolah.

Dengan kapasitas mencapai 1.080 peserta didik, Siska optimistis program tersebut dapat membantu menuntaskan persoalan tersebut secara bertahap mulai tahun ini.

“InsyaAllah kebutuhan pendidikan bagi anak-anak yang belum bersekolah bisa kita penuhi melalui Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Sebanyak 206 siswa baru menjadi angkatan pertama yang menempati gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 2. Mereka terdiri atas 26 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Seluruh peserta berasal dari Kota Kendari dan akan menjalani pendidikan dengan sistem asrama. Bersama 133 siswa yang telah lebih dulu bergabung, total peserta didik di sekolah tersebut kini mencapai 339 orang.

Wali Kota juga memastikan proses pembelajaran dapat berjalan optimal karena fasilitas utama telah siap digunakan meskipun pembangunan kawasan sekolah masih berlanjut. Gedung pembelajaran, ruang laboratorium, perpustakaan, asrama, gedung serbaguna, dapur, gudang logistik, hingga kantin telah tersedia sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar.

Selain memperoleh pendidikan formal, para siswa juga akan mendapatkan pembinaan karakter, layanan kesehatan, pemenuhan gizi, serta pembentukan kedisiplinan melalui sistem pendidikan terpadu. Menurut Siska, pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Sementara itu, Kepala Sentra Meohai Kendari Muh. Gunawan mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Selain memberikan layanan akademik, sekolah ini juga menghadirkan pembinaan menyeluruh agar peserta didik tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif.

“Gedung permanen SRT 2 mampu menampung hingga 1.080 siswa dan diharapkan menjadi model pengembangan Sekolah Rakyat di Indonesia Timur,” katanya.

Dengan dimulainya operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Pemerintah Kota Kendari berharap semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik, sehingga pendidikan benar-benar menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.(SM)