HeadlineEkonomiNews

OJK Sultra Catat Kinerja Industri Jasa Keuangan Tumbuh Positif pada Triwulan I 2026

48
×

OJK Sultra Catat Kinerja Industri Jasa Keuangan Tumbuh Positif pada Triwulan I 2026

Share this article

TERAMEDIA.ID, Kota Kendari – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara meluncurkan infografis perkembangan Industri Jasa Keuangan (IJK) Sulawesi Tenggara Triwulan I Tahun 2026. Data tersebut mencakup perkembangan sektor perbankan, pasar modal, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), hingga capaian edukasi dan pelindungan konsumen.

Peluncuran infografis dilakukan sebagai bentuk transparansi OJK dalam menyampaikan kondisi sektor jasa keuangan daerah kepada masyarakat. Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan bahwa kinerja industri jasa keuangan di Sulawesi Tenggara pada awal tahun 2026 masih menunjukkan tren pertumbuhan yang positif di tengah dinamika perekonomian nasional.

“Stabilitas sektor jasa keuangan daerah tetap terjaga dengan baik, didukung pertumbuhan intermediasi perbankan, peningkatan aktivitas investasi masyarakat di pasar modal, serta semakin luasnya pemanfaatan layanan keuangan digital,” ujar Bismi dalam keterangannya di Kendari, Senin (18/5/2026).

 

Sektor Perbankan Tumbuh Stabil

Pada sektor perbankan, total aset perbankan di Sulawesi Tenggara hingga Maret 2026 tercatat mencapai Rp62,29 triliun atau tumbuh 5,76 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp33,76 triliun atau tumbuh 5,25 persen yoy. Komponen tabungan masih mendominasi dengan porsi sebesar 67,4 persen dari total DPK, yang menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.

Sementara itu, penyaluran kredit perbankan mencapai Rp54,43 triliun atau tumbuh 4,86 persen yoy. Kredit konsumsi menjadi penopang utama dengan porsi 48,5 persen, disusul kredit modal kerja sebesar 32 persen dan kredit investasi sebesar 19,6 persen.

Dari sisi kualitas kredit, rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga pada level rendah sebesar 1,85 persen. Penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tercatat mencapai Rp16,45 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total kredit perbankan.

Kota Kendari masih menjadi pusat aktivitas perbankan di Sulawesi Tenggara dengan total kredit mencapai Rp23,09 triliun dan penghimpunan DPK sebesar Rp20,45 triliun.

 

Minat Investasi Pasar Modal Meningkat

Di sektor pasar modal, jumlah investor di Sulawesi Tenggara terus mengalami peningkatan signifikan. Hingga Maret 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat mencapai 156.131 SID atau tumbuh 76,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan investor reksa dana, saham, dan Surat Berharga Negara (SBN). Aktivitas transaksi saham masyarakat juga tetap tinggi dengan total nilai transaksi mencapai Rp447,92 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 134.502 transaksi.

Kota Kendari menjadi wilayah dengan aktivitas investor terbesar di Sulawesi Tenggara, disusul Kabupaten Kolaka dan Kota Baubau.

Industri Keuangan Non-Bank Tetap Bertumbuh

Pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), industri perasuransian mencatat total premi sebesar Rp168,70 miliar atau tumbuh 1,94 persen secara tahunan.

Perusahaan pembiayaan mencatat outstanding pembiayaan sebesar Rp6,90 triliun pada Februari 2026 atau tumbuh 2,91 persen yoy. Rasio Non-Performing Financing (NPF) tetap terkendali pada level 2,65 persen.

Sementara itu, sektor fintech lending menunjukkan pertumbuhan cukup tinggi. Outstanding pinjaman per Desember 2025 mencapai Rp804,60 miliar atau tumbuh 28,44 persen yoy. Tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) juga masih terkendali di level 1,48 persen.

Menurut OJK, kondisi tersebut menunjukkan layanan keuangan digital semakin dimanfaatkan masyarakat seiring meningkatnya akses dan inklusi keuangan berbasis teknologi di Sulawesi Tenggara.

 

OJK Perkuat Literasi dan Pelindungan Konsumen

Selain menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, OJK Sulawesi Tenggara juga terus memperkuat edukasi, literasi, dan pelindungan konsumen melalui fungsi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK).

Hingga Maret 2026, OJK Sultra telah memberikan 637 layanan konsumen dan menerima 2.066 permintaan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Layanan konsumen didominasi sektor perbankan sebanyak 259 layanan, perusahaan pembiayaan 182 layanan, dan fintech sebanyak 115 layanan.

Di bidang edukasi, OJK Sultra telah melaksanakan 40 kegiatan literasi keuangan yang menjangkau 50.375 peserta dari berbagai kalangan di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara, mulai dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, petani, nelayan hingga penyandang disabilitas.

OJK Sultra bersama Satgas PASTI juga terus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam penanganan aktivitas keuangan ilegal, termasuk penanganan kasus AMG Pantheon melalui kerja sama dengan aparat kepolisian, kejaksaan, dan pemerintah daerah.

Bismi menegaskan, penguatan industri jasa keuangan harus diiringi peningkatan literasi dan pelindungan konsumen agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan bijak.

“OJK Sulawesi Tenggara akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, pelaku industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan agar sektor jasa keuangan di Sulawesi Tenggara tetap tumbuh sehat, inklusif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.(***)

Editor:NZ