NewsMetro

Pemkot Kendari Kebut Distribusi Bantuan Korban Banjir, Ribuan Jiwa Mulai Terima Beras dan Minyak Goreng

36
×

Pemkot Kendari Kebut Distribusi Bantuan Korban Banjir, Ribuan Jiwa Mulai Terima Beras dan Minyak Goreng

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI-Pemerintah Kota Kendari mulai mempercepat distribusi bantuan pangan bagi warga terdampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Ribuan warga di tujuh kecamatan kini mulai menerima bantuan beras dan minyak goreng dari pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Penyaluran bantuan dilakukan langsung Wali Kota Kendari Siska Karina Imran di Kelurahan Wua-Wua dan Kelurahan Lepo-Lepo, Jumat (15/5/2026).

Di Kelurahan Wua-Wua, bantuan disalurkan kepada 246 kepala keluarga dengan total 984 jiwa. Sementara di Kelurahan Lepo-Lepo, bantuan diberikan kepada 153 kepala keluarga atau 616 jiwa terdampak banjir.

Secara keseluruhan, Pemerintah Kota Kendari mencatat sebanyak 1.339 kepala keluarga dengan total 5.945 jiwa terdampak banjir dan longsor yang tersebar di tujuh kecamatan.

Siska Karina Imran mengatakan bantuan pangan tersebut telah diverifikasi berdasarkan data riil warga terdampak di lapangan sehingga distribusinya disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga masing-masing.

“Semua bantuan sudah dihitung berdasarkan jumlah jiwa. Jadi ada yang menerima lebih banyak dan ada yang lebih sedikit karena disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, setiap jiwa menerima bantuan beras sebanyak 2,1 kilogram sesuai aturan dari Bapanas. Karena itu, pemerintah harus melakukan pengemasan ulang bantuan sebelum dibagikan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bantuan beras dari pemerintah pusat datang dalam kemasan karung 50 kilogram sehingga harus dibuka kembali dan dipisahkan sesuai kebutuhan masing-masing keluarga terdampak.

“Proses ini memang membutuhkan waktu karena semuanya harus ditimbang ulang agar sesuai ketentuan,” katanya.

Pemerintah Kota Kendari menargetkan seluruh distribusi bantuan pangan dapat selesai paling lambat 17 Mei 2026 agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak segera terpenuhi.

Selain fokus pada distribusi bantuan pangan, pemerintah juga memastikan layanan kesehatan bagi warga terdampak tetap berjalan melalui posko terpadu yang melibatkan tenaga kesehatan, TNI-Polri, BPBD dan sejumlah instansi terkait.

Wali Kota menyebut kondisi banjir di beberapa titik Kota Kendari mulai berangsur membaik. Meski demikian, pemerintah masih terus melakukan penanganan dan pembersihan di sejumlah wilayah yang sebelumnya terendam cukup parah.

Ia juga mengungkapkan pemerintah pusat telah memberikan perhatian terhadap persoalan banjir di Kota Kendari, termasuk rencana pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di kawasan yang menjadi titik utama genangan.

“InsyaAllah dalam waktu dekat penanganan banjir di kawasan yang menjadi pusat genangan akan segera dilakukan,” ungkapnya.

Data Dinas Sosial Kota Kendari menunjukkan Kecamatan Baruga menjadi salah satu wilayah terdampak cukup besar dengan total 748 jiwa atau 186 kepala keluarga. Dari jumlah itu, Kelurahan Lepo-Lepo menjadi wilayah dengan dampak terbanyak yakni 616 jiwa.

Sementara di Kecamatan Wua-Wua tercatat sebanyak 1.082 jiwa atau 265 kepala keluarga terdampak banjir. Kelurahan Wua-Wua menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak mencapai 984 jiwa.

Sejumlah warga terdampak mengaku bantuan yang diberikan pemerintah sangat membantu kebutuhan sehari-hari pascabanjir. Ramadhan, warga Kelurahan Wua-Wua, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah kepada masyarakat terdampak.

Ucapan serupa juga disampaikan Naharia, warga Amohalo, dan Hasmira, warga Lepo-Lepo. Mereka berharap proses pemulihan pascabanjir dapat berjalan cepat sehingga masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.(SM)