NewsMetro

Mentan Turun Langsung ke Lokasi Banjir Kendari, Janjikan Perbaikan Tanggul dan Bantuan untuk Petani

106
×

Mentan Turun Langsung ke Lokasi Banjir Kendari, Janjikan Perbaikan Tanggul dan Bantuan untuk Petani

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman turun langsung meninjau wilayah terdampak banjir di kawasan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Selasa (12/5/2026). Dalam kunjungan itu, Mentan didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, serta Wakil Bupati Konawe Selatan Wahyu Ade Putra.

Kunjungan tersebut dilakukan menyusul banjir yang merendam ratusan hektare lahan pertanian dan permukiman warga di wilayah sekitar aliran Sungai Wanggu. Sedikitnya 95 kepala keluarga di RW 08 RT 19 dan RT 20 terdampak langsung akibat luapan air yang merendam rumah dan area persawahan.

Di tengah genangan yang mulai surut, Mentan Amran melihat langsung kondisi sawah warga yang sebelumnya siap panen namun terendam banjir. Dari total sekitar 320 hektare area pertanian di kawasan tersebut, sekitar 50 hektare dilaporkan terdampak cukup parah.

Dalam dialog bersama warga dan pemerintah daerah, Amran menegaskan pemerintah pusat akan bergerak cepat menangani dampak banjir, terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian dan infrastruktur pengendali air.

“Subuh tadi saya putuskan berangkat ke Kendari untuk melihat langsung dan menyelesaikan masalah. Kita tidak mau hanya mendengar laporan,” ujar Amran di lokasi.

Ia mengungkapkan, salah satu penyebab utama banjir adalah tanggul yang jebol di sekitar aliran Kali Wanggu. Karena itu, dirinya langsung menghubungi jajaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR agar penanganan tanggul sepanjang sekitar dua kilometer segera dilakukan.

“Kami minta Balai Wilayah Sungai menyelesaikan tanggul ini maksimal satu minggu. Ini harus segera dikerjakan supaya masyarakat tidak terus terdampak,” tegasnya.

Selain penanganan infrastruktur, pemerintah pusat juga menyiapkan bantuan untuk pemulihan sektor pertanian. Mentan memastikan bantuan benih padi gratis akan diberikan untuk lahan seluas 2.000 hektare di wilayah Sulawesi Tenggara yang terdampak banjir.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa 20 unit hand traktor dan sejumlah combine harvester untuk membantu percepatan panen petani.

“Panen harus segera dilakukan, jangan biarkan rakyat menunggu terlalu lama,” katanya.

Mentan juga meminta Bulog menyiapkan fasilitas pengering gabah atau dryer guna membantu petani menyelamatkan hasil panen pascabanjir. Menurutnya, fasilitas tersebut penting agar gabah petani tidak rusak akibat kadar air tinggi setelah terendam banjir.

Dalam kesempatan itu, pemerintah pusat turut menyerahkan bantuan logistik berupa 30 ton beras dan 1.500 liter minyak goreng untuk masyarakat terdampak banjir di Kota Kendari dan wilayah sekitar.

Sementara itu, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyampaikan apresiasi atas perhatian cepat pemerintah pusat terhadap kondisi warga terdampak banjir di Kota Kendari.

Menurutnya, kehadiran langsung Menteri Pertanian memberi harapan besar bagi masyarakat, khususnya petani yang mengalami kerugian akibat sawah terendam.

“Alhamdulillah pemerintah pusat bergerak cepat. Ini sangat membantu masyarakat kami, terutama petani yang lahannya terdampak banjir,” ujarnya.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari dalam beberapa hari terakhir memang menyebabkan kerusakan cukup luas, mulai dari permukiman warga, fasilitas umum hingga area pertanian produktif di kawasan Baruga dan sekitarnya.(SM)