NewsMetro

Kota Kendari dan Yiwu Tiongkok Resmi Bangun Kerja Sama Sister City di Forum UCLG ASPAC 2026

23
×

Kota Kendari dan Yiwu Tiongkok Resmi Bangun Kerja Sama Sister City di Forum UCLG ASPAC 2026

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Kota Kendari terus memperluas jejaring internasional melalui forum UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum 2026. Pada pembukaan kegiatan internasional yang berlangsung Jumat (8/5/2026), Pemerintah Kota Kendari resmi menandatangani Pernyataan Kehendak kerja sama kota bersaudara atau sister city dengan Pemerintah Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Republik Rakyat Tiongkok.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Wali Kota Kendari Siska Karina Imran bersama delegasi Kota Yiwu di hadapan peserta dan delegasi dari berbagai negara yang hadir dalam forum tersebut.

Kesepakatan awal itu menjadi pintu masuk bagi kedua daerah untuk membangun hubungan kerja sama strategis di sejumlah sektor prioritas, meliputi ekonomi dan industri, budaya dan pariwisata, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menilai kerja sama internasional tersebut menjadi langkah penting bagi Kota Kendari dalam memperkuat posisi sebagai kota yang terbuka terhadap investasi dan kolaborasi global.

Menurutnya, kehadiran forum UCLG ASPAC di Kendari bukan sekadar agenda diplomasi antardaerah, melainkan kesempatan memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional.

“Kami ingin Kendari tidak hanya dikenal sebagai kota jasa dan perdagangan di kawasan timur Indonesia, tetapi juga sebagai kota yang siap membangun kerja sama global yang saling menguntungkan,” kata Siska.

Ia berharap hubungan awal yang dibangun bersama Kota Yiwu dapat berkembang menjadi kerja sama konkret yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, pengembangan pariwisata, hingga pertukaran budaya dan SDM.

Sementara itu, Delegasi Kota Yiwu, Wang Liu, menyebut penandatanganan letter of intent tersebut sebagai tonggak baru persahabatan antara Yiwu dan Kendari sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas di kawasan Asia Pasifik.

“Ini menjadi awal hubungan persahabatan antara Yiwu dan Kendari serta membuka babak baru kerja sama pariwisata dan pembangunan kota di kawasan Asia Pasifik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Yiwu merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 2,1 juta jenis produk dan menjalin hubungan dagang dengan 233 negara dan wilayah internasional.

Selain dikenal sebagai kota perdagangan global, Yiwu juga mengembangkan sektor pariwisata modern berbasis budaya, kuliner internasional, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui program “Discover Yiwu”, kota tersebut memadukan konsep wisata belanja dengan pengalaman budaya lintas negara yang kini menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan internasional.

Wang Liu juga menegaskan komitmen Yiwu untuk membangun kerja sama yang berlandaskan keterbukaan, inklusivitas, dan hubungan saling menguntungkan.

Menurutnya, kolaborasi antarkota tidak hanya berbicara soal bisnis dan perdagangan, tetapi juga membangun hubungan antarmasyarakat dan pertukaran budaya yang lebih kuat.

“Persahabatan antarnegara dimulai dari hubungan antarkota dan masyarakatnya. Kami berharap kerja sama ini membawa manfaat besar bagi kedua daerah,” katanya.

Dalam dokumen Pernyataan Kehendak yang ditandatangani, kedua pihak sepakat bahwa implementasi kerja sama akan ditindaklanjuti melalui penyusunan Memorandum Saling Pengertian atau MoU paling lambat satu tahun sejak penandatanganan.

Kerja sama tersebut sekaligus menjadi salah satu capaian penting Kota Kendari dalam forum internasional UCLG ASPAC 2026 yang mempertemukan pemerintah daerah dari berbagai negara untuk membahas pembangunan kota berkelanjutan dan penguatan kolaborasi kawasan Asia Pasifik.(SM)