NewsMetro

UCLG ASPAC Jadi Pintu Kendari Bangun Kerja Sama Internasional dengan Tiongkok

26
×

UCLG ASPAC Jadi Pintu Kendari Bangun Kerja Sama Internasional dengan Tiongkok

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI-Forum internasional UCLG ASPAC 2026 di Kota Kendari mulai menghadirkan peluang kerja sama baru bagi daerah. Salah satunya terlihat dalam agenda bilateral meeting antara Pemerintah Kota Kendari dan China People’s Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC) yang berlangsung di sela rangkaian kegiatan UCLG ASPAC, Jumat (8/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan hubungan strategis antara Kota Kendari dan pemerintah daerah di Tiongkok, termasuk peluang pembentukan kerja sama sister city, penguatan investasi, perdagangan, hingga pertukaran budaya.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan bahwa forum internasional yang digelar di Kendari tidak hanya menjadi ajang pertemuan antar kepala daerah, tetapi juga momentum membuka koneksi global yang berdampak langsung terhadap pembangunan daerah.

Menurutnya, Kendari membutuhkan kolaborasi dengan berbagai negara untuk mempercepat pengembangan sektor strategis dan memperluas jaringan internasional.

“Peluang kerja sama antara Kota Kendari dan CPAFFC mudah-mudahan menjadi momentum yang sangat baik untuk berlanjut dan sesuai dengan sektor-sektor yang kita harapkan bersama,” ujar Siska.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Kendari siap menyambut peluang kolaborasi di berbagai bidang, termasuk pengembangan ekonomi daerah, perdagangan, budaya, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sementara itu, delegasi CPAFFC, Boming Qing, menjelaskan bahwa hubungan sister city antara Tiongkok dan Indonesia sejauh ini telah terjalin di 29 daerah. Beberapa di antaranya yakni Jakarta dengan Beijing, Provinsi Guangdong dengan Sumatera Utara, serta Provinsi Hainan dengan Bali.

Namun, ia menyebut Sulawesi Tenggara belum memiliki hubungan sister city dengan kota di Tiongkok. Karena itu, Kendari dinilai memiliki peluang besar menjadi daerah pertama di Sulawesi yang menjalin kerja sama tersebut.

“Di Sulawesi Tenggara belum ada hubungan sister city. Kendari akan menjadi yang pertama jika kerja sama ini berjalan,” katanya.

Boming Qing juga menyoroti potensi Kendari dalam pengembangan koneksi perdagangan internasional. Ia mencontohkan Kota Yiwu di Tiongkok yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan terbesar di dunia dan memiliki jaringan bisnis yang luas.

Selain sektor ekonomi, CPAFFC juga membuka peluang pertukaran budaya antara kedua negara. Delegasi Tiongkok mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Kendari serta kuliner daerah yang mereka nikmati selama berada di Kota Lulo.

“Kami berharap makanan khas Kendari suatu saat bisa diperkenalkan di Tiongkok. Kami yakin masyarakat Tiongkok akan menyukai makanan dari Kendari,” ujarnya.

Pertemuan bilateral itu menjadi bagian penting dari rangkaian UCLG ASPAC 2026 yang dihadiri delegasi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik. Pemerintah Kota Kendari memanfaatkan forum tersebut untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membangun jejaring internasional yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kota di masa mendatang.(SM)