HeadlineNewsPariwisata

Desa Wisata Namu Siap Go Digital dan Go International Market

60
×

Desa Wisata Namu Siap Go Digital dan Go International Market

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Desa Wisata Namu yang berhasil menjadi juara 3 Desa Wisata Terbaik nasional pada ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025 lalu, kini mulai mempersiapkan diri untuk go digital dan go market wisata nasional maupun internasional.

Hal ini makin diperkuat dengan hadirnya tim Kementrain Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI) yang melakukan pendampingan Di Desa Wisata Namu sejak 27 April Hingga 1 mei 2026.

 

Kehadiran program pendampingan ini sebagai bentuk apresiasi Kemenpar RI atas capaian prestasi Desa Wisata Namu di ajang nasional WIA 2025 lalu.

 

Kegiatan yang berlangsung di Desa Wisata Namu ini, Kemenpar menggandeng sejumlah narasumber nasional. Para Narasumber ini memberikan penguatan kapasitas SDM mulai dari memperkuat maindset desa wisata berkelanjutan, sapta pesona, chse , mitigasi bencana, invoasi produk wisata, upgrade produk wisata yang sudah ada, maupun produk wisata baru,inovasi produk umkm atau komoditas,  digtal marketing dan pemasaran, hingga rencana aksi. Merupakan rangakaian materi kegiatan yang di selenggarakan pada program pendampingan ini.

 

Nikson selaku kepala desa Namu mengungkapkan, kegiatan ini cukup berarti bagi SDM pariwisata di desa mereka, untuk upgrading skill dan pemahaman lebiih kuat tentang desa wisata berkelanjutan, dan siap bersaing dipasar produk desa wisata secara global.

Suasana pendampingan Kementrian Pariwisata RI di Desa Wisata Namu

“ kami tentu berterima kasih kepada kementrian pariwisata RI, karena telah memberikan kesempatan untuk masyarakat kami lebih memahami bagaimana kesiapan dan konsep pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. Materi selama 5 hari kegiata ini sangat bemanfaat baik sdm dan kelembagaan pariwisata kami,sebab kami sudah Menyusun Milestone pengembangan desa wisata Namu sejak tahun lalu, namun SDM dan mutu produk wisata kami harus siap untuk bersaing di pasar nasional maupun Internasional. Sebelumnya kami telah mempersiapkan beberapa program yang sifatnya masih offline, tinggal menunggu infrastruktur pendukung untuk bisa menjadi digitalisasi.” ujar nikson.(28/4/2026)

 

Desa wisata namu yakin, jika infrastruktur pendukung digitalisasi sudah kuat, maka program produk wisata, digitalisasi untuk pasar nasional maupun internasional akan siap dihadapi kedepannya, dengan modal program yang sudah disiapkan hingga penguatan SDM yang dilakukan pihak Kementrian Pariwisata RI.

“ InsyaAllah paling lambat 1 bulan kedepan, kami juga sudah akan merelease paket wisata internasional untuk desa wisata namu, setelah kami melakukan uji produk beberapa waktu lalu dan langsung melibatkan beberapa wisatawan dari beberapa negara “ tutup nikson.

 

Editor : NZ