NewsMetro

Dari Jagung ke Padi, Pemkot Kendari Hidupkan Kembali Sawah Labibia

32
×

Dari Jagung ke Padi, Pemkot Kendari Hidupkan Kembali Sawah Labibia

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari mulai menggenjot kembali fungsi kawasan persawahan di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, sebagai langkah strategis memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Upaya ini ditandai dengan kunjungan Wali Kota Kendari bersama Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, Selasa (28/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung kondisi lahan pertanian sekaligus mengecek kesiapan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang telah rampung dibangun oleh BWS dan segera diserahkan kepada Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pertanian. Hadir pula Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Bappeda untuk memastikan kesiapan program lanjutan.

Wali Kota Kendari mengungkapkan, kawasan persawahan Labibia memiliki potensi cukup besar dengan luas mencapai sekitar 97,4 hektare. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sebagian lahan mengalami alih fungsi menjadi tanaman jagung akibat keterbatasan suplai air.

“Selama ini kendala utama adalah irigasi. Dengan hadirnya JIAT, kita ingin mengembalikan fungsi lahan ini menjadi sawah produktif seperti sebelumnya,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi tersebut menjadi solusi krusial untuk menghidupkan kembali aktivitas pertanian padi di kawasan itu. Pemerintah pun menargetkan percepatan tanam dalam waktu dekat sebagai langkah awal optimalisasi lahan.

“Kita siapkan penanaman padi dalam waktu sekitar dua minggu ke depan. Ini bagian dari upaya nyata mendukung ketahanan pangan, baik di tingkat kota maupun nasional,” katanya.

Selain meninjau infrastruktur, Wali Kota juga menyempatkan berdialog dengan para petani setempat. Terdapat tujuh kelompok tani yang aktif di wilayah tersebut, yang selama ini tetap bertahan mengelola lahan meski menghadapi keterbatasan sarana.

Dalam dialog itu, petani menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, seperti tambahan alat mesin pertanian berupa jonder serta pengembangan jaringan irigasi di beberapa titik yang belum terjangkau.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Kendari berkomitmen untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan petani melalui koordinasi dengan pihak Balai PU dan Kementerian Pertanian. Dukungan sarana dan prasarana dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Lebih jauh, langkah revitalisasi sawah Labibia ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan lokal di tengah dinamika kebutuhan masyarakat. Selain itu, penguatan sektor pertanian diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Dengan selesainya pembangunan JIAT dan dukungan lintas sektor, kawasan persawahan Labibia diproyeksikan kembali menjadi salah satu sentra produksi padi di Kota Kendari. Pemerintah pun optimistis, dengan kolaborasi yang kuat antara petani dan pemerintah, potensi pertanian di wilayah ini dapat berkembang lebih maksimal ke depan.(SM)