NewsMetro

Memasuki Musim Kemarau, status Waspada Karhutla di Kota Kendari Ditingkatkan, Periode Januari – September Sudah Ada 55 Kasus di 2024

882
×

Memasuki Musim Kemarau, status Waspada Karhutla di Kota Kendari Ditingkatkan, Periode Januari – September Sudah Ada 55 Kasus di 2024

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Memasuki musim kemarau, status kewaspadaan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus ditingkatkan.

 

Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari menyebutkan, tren kasus karhutla periode Januari – Desember mencapai 253 kasus di 2023.

 

Sementara untuk periode Januari – September terdapat 55 kasus kebakaran di Kota Kendari pada 2024.

 

Plt. Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Kendari, Satriyawan Abu Yasid menyebut, kebakaran ini didominasi oleh arus pendek listrik sebanyak 37 kasus di 2024.

 

Disusul faktor lain, seperti karhutla sebanyak 6 kasus, sementara untuk kasus kebakaran akibat kompor dan gas terdapat 9 kasus, selebihnya masih belum diketahui penyebab pastinya.

 

“Jadi memang 3-4 bulan terakhir itu dia meningkat, makanya kita itu waspada memang diakhir tahun,” ungkapnya, Kamis (12/9/2024).

 

Mengingat kasus kebakaran paling banyak didominasi arus pendek listrik, pihaknya mengimbau masyarakat untuk memperhatikan sistim kelistrikan dirumahnya.

 

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak membakar sampah sembarangan dan juga membuang puntung rokok disembarang tempat.

 

“Karena itulah salah satu penyebab terjadi kebakaran, karena kelalaian kita sendiri,” ucapnya.

 

Terlebih ia menuturkan, memasuki musim kemarau semakin mudah untuk terjadi kebakaran.

 

“Kita berharap kepada masyarakat, bagaimana sedini mungkin menginformasikan kepada pihak Damkar apabila terjadi kasus kebakaran dengan menginformasikan melalui kontak kami,” tutupnya. *(NV)

 

Berikut kontak Damkar yang dapat dihubungi ketika terjadi kebakaran di Kota Kendari.

 

Via telpon : 04013122113

Via Wa : 082311173113

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News