NewsMetro

Pj. Wali Kota Kendari Pantau Pos Kamling di Beberapa Lokasi

427
×

Pj. Wali Kota Kendari Pantau Pos Kamling di Beberapa Lokasi

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Pastikan pengaktifan Pos kamling dihari pertama berjalan lancar, Penjabat (Pj.) Wali Kota Kendari memantau langsung Pos kamling di beberapa RT/RW di Kota Kendari, Selasa (2/7/2024) malam.

 

Pemantauan mulai dilakukan sekira Pukul 22.30 Wita, dimulai di lokasi pertama yaitu Pos kamling RT 13/RW 08 Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga. Kemudian pada RT lainnya di Kelurahan Mandonga yang dilakukan di rumah salah satu warga.

 

Dilanjutkan ke Pos kamling RT 13/RW 05 Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, berlanjut ke RT 08/RW 04 Kelurahan Mata, Kecamatan Kendari dan berakhir di Pos Kamling RT 02/RW 01 Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia.

 

Pj. Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup mengatakan gerakan Siskamling ini disambut baik oleh masyarakat yang berjaga di wilayahnya masing-masing.

 

“Alhamdulillah di hari pertama kita launching program Siskamling ini, warga sudah langsung merespon dengan baik, dengan swadaya mengaktifkan kembali kegiatan Siskamling yang dulu pernah dilakukan, baik yang melakukan kegiatan ini di pos-pos Kamling maupun yang menggunakan rumah-rumah warga sebagai tempat ronda,” ujar Pj Wali Kota Kendari.

 

Mantan Pj. Bupati Buton Tengah ini berharap kegiatan Siskamling ini terus berjalan secara konsisten sehingga tercipta rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Kota Kendari.

 

Tak hanya itu, Pj. Wali Kota menuturkan bahwa Siskamling ini bukan hanya sebagai upaya menjaga keamanan, melainkan juga menghadirkan kerukunan antar masyarakat.

 

“Saya berharap kegiatan Siskamling juga dapat dilakukan dirumah-rumah warga sebagai titik kumpul secara bergantian bukan hanya di Pos Kamling, sehingga tercipta keakraban antar sesama warga seperti yang pernah terbangun pada masa-masa lalu,” tutup Pj Wali Kota Kendari. (NV)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News