NewsHukum & Kriminal

3 Pemuda Mabuk Keroyok Tamu Hotel di Kendari Hingga Luka – Luka

489
×

3 Pemuda Mabuk Keroyok Tamu Hotel di Kendari Hingga Luka – Luka

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Tim Buser77 Satreskrim Polresta Kendari telah melakukan penangkapan terhadap 3 tersangka pengroyokan tamu Hotel di Jl. Mekar Jaya Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu Kota Kendari Kamis (22/8/2024).

Kepala Seksi Humas Polresta Kendari, Ipda Haridin mengungkapkan, 2 tersangka pengroyokan berasal dari Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan dengan Inisial MAS (24) dan MAI (24) sementara 1 pelaku lainnya AA (21) warga Kelurahan Tobuha, Kecamatan Puuwatu Kota Kendari.

“Yang bersangkutan melakukan tidak pidana pengeroyokan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 170 KUHP yang terjadi di Jalan Mekar Jaya Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu Kota Kendari sekitar pukul 02.00 Wita, korbannya atas nama Restu Satya Ramadhan (19) dari Kecamatan Konawe, Kabupaten Konawe,” ungkapnya.

Aksi pengeroyokan ini bermula saat pelapor sementara tidur di dalam kamar hotel dan tiba-tiba masuk sekelompok orang membangunkan pelapor secara kasar dengan menggunakan tendangan, setelah itu sekelompok orang yang dalam keadaan mabuk tersebut langsung menganiaya secara bersama-sama.

“Atas kejadian tersebut pelapor mengalami luka pada pipi kiri, luka pada bibir bagian bawah, luka pada leher bagian belakang sebelah kanan, luka pada dahi sebelah kanan, luka pada tangan sebalah kiri, bengkak pada dahi sebelah kanan, gigi bagian bawah patah, rasa sakit pada bagian leher, dan rasa sakit pada bagian kepala,” ujarnya.

Korban telah melaporkan kejadian tersebut di Polsek Mandonga dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/223/VIII/2024/SPKT / Polsek Mandonga / Polres Kendari / Polda Sulawesi Tenggara, tanggal 19 Agustus 2024.

“Pelaku telah di titipkan di piket Satreskrim Polresta Kendari. Saat ini Tim Buser77 masih melakukan pengembangan terhadap pelaku lainya dan pencarian barang bukti,” tutupnya.*(DW)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News