PariwisataDaerahNews

History Penamaan Pantai Mutiara, Penyumbang PAD Buteng

1224
×

History Penamaan Pantai Mutiara, Penyumbang PAD Buteng

Share this article

TERAMEDIA.ID, BUTENG – Terletak di Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Pantai Mutiara memiliki keindahan yang memukau. Pantai ini menawarkan hamparan pasir putih yang halus bagaikan tepung, air laut biru jernih yang berkilauan di bawah sinar matahari, dan panorama alam yang masih alami.

 

Pantai Mutiara memanjakan mata pengunjung dengan garis pantainya yang panjang dan melengkung sempurna. Pasir putihnya yang halus dan bersih menjadi tempat yang ideal untuk bersantai, berjemur, atau bermain pasir bersama keluarga.

Air lautnya yang biru jernih dan tenang menggoda pengunjung untuk berenang, snorkeling, atau diving untuk menikmati keindahan bawah laut yang penuh dengan terumbu karang dan ikan-ikan berwarna-warni.

 

Dibalik kemewahan viewnya, pantai ini punya history dibalik penyandangan kata Mutiara dinamanya. Semula, pantai ini Bernama Pantai Latidewa diambil dari nama salah satu tokoh Masyarakat di Desa Gumanano. Namun Pantai ini berubah nama disebabkan oleh seorang wisatawan yang berkunjung ke destinasi indah ini.

 

“Saat itu ada wisatawan berkunjung di Pantai ini, diwaktu siang hari dan yang takjub melihat pasir putih seperti Mutiara yang berkilauan ,” ujar Sekdis Dispar Buteng Azhar saat diwawancari awak media ini di Pantai mutiara, Kamis (20/7/2024).

 

Semenjak itu, Pantai ini kemudian Bernama Pantai Mutiara, dan dikenal Masyarakat luas hingga saat ini.

 

“Kondisi Pantai pada waktu itu belum seperti itu, karena pengunjung waktu itu melihat pasir panatai yang berkilau seperti Mutiara dan dinamakanlah Pantai ini Pantai Mutiara,” katanya.

 

Pesona Pasir putih bagai permadani, terhampar luas nan nanar, dihiasi birunya air laut, jernih bagai cermin planar adalah sajak yang menggambarkan keidahan destinasi andalan Buteng ini. Air laut di Pantai Mutiara memiliki gradasi warna biru yang indah, dari biru muda di tepian pantai hingga biru tua di kejauhan. Airnya yang jernih dan menyegarkan membuat pengunjung tak tahan untuk berenang dan bermain air.

 

Ayomi Ke Sultra, Expolre Destinasi Buteng, dan ciptakan cerita indahmu. (ST)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News