News

BIK 2026 Berakhir, OJK Sultra Perkuat Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Hingga Pulau Terluar

622
×

BIK 2026 Berakhir, OJK Sultra Perkuat Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Hingga Pulau Terluar

Share this article

TERAMEDIA.ID, Kota Kendari – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses layanan keuangan yang inklusif, aman, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat, meskipun rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Kota Kendari telah berakhir.

Komitmen tersebut disampaikan langsung Ketua OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha melalui pesan “BIK Usai, Gerakan Berlanjut”dan “Bukan Akhir, Melainkan Awal”, yang menjadi penegasan bahwa upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan, mulai dari wilayah perkotaan, kabupaten, pedesaan, kawasan pesisir, hingga pulau-pulau terluar Sulawesi Tenggara.

Dalam rangkaian kegiatan BIK 2026, Minggu (25/10/2026), Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, juga menyampaikan ” apresiasi melalui pesan Terima Kasih, Mitra Seperjuangan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta seluruh lembaga jasa keuangan yang telah berkontribusi mendukung perluasan akses keuangan masyarakat.” ujar Bismi.

Bismi menegaskan bahwa keberhasilan inklusi keuangan tidak dapat dicapai oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, otoritas sektor keuangan, dan industri jasa keuangan.

Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), OJK Sultra berkomitmen mendorong pemerataan layanan keuangan formal, khususnya bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi geografis.

Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi nelayan, petani, pelaku UMKM, dan kelompok usaha produktif lainnya untuk memperoleh layanan tabungan, pembiayaan usaha, serta produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam keberlanjutan gerakan inklusi keuangan, OJK Sultra menekankan empat prinsip utama, yakni akses mudah, aman dan terpercaya, bermanfaat bersama, serta inklusif untuk semua.

Keempat prinsip tersebut menjadi landasan dalam membangun ekosistem keuangan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan industri jasa keuangan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

OJK Sultra juga menegaskan bahwa keberhasilan BIK 2026 tidak semata-mata diukur dari jumlah pengunjung, pembukaan rekening baru, maupun nilai transaksi selama kegiatan berlangsung, melainkan dari keberlanjutan manfaat layanan keuangan yang dapat dirasakan masyarakat.

Dengan mengusung semangat “Inklusi Keuangan, Kuatkan Sultra”, berakhirnya BIK 2026 diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan literasi keuangan, memperluas pembiayaan produktif, serta memperkuat perlindungan konsumen.

Melalui komitmen tersebut, OJK Sultra berharap akses keuangan yang mudah, aman, dan terpercaya dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkendala kondisi sosial, ekonomi, maupun geografis.

BIK 2026 boleh berakhir, namun gerakan menghadirkan akses keuangan yang merata harus terus berlanjut, demi mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara yang lebih inklusif, mandiri, dan berkeadilan.(*)

Editor:NZ