HeadlineBencana / KecelakaanMetro

Pemkot Kendari Gerak Cepat Tangani Seluruh Santri yang Diduga Keracunan MBG, Polisi Selidiki SPPG Watubangga

1080
×

Pemkot Kendari Gerak Cepat Tangani Seluruh Santri yang Diduga Keracunan MBG, Polisi Selidiki SPPG Watubangga

Share this article

 

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Sejumlah santri Pondok Pesantren Al Askar 03 di Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (18/9/2026).

Para santri dilaporkan mengalami sejumlah gejala seperti mual dan pusing setelah menyantap makanan yang dibagikan di lingkungan pondok pesantren. Hingga Jumat malam, jumlah santri yang mendapatkan penanganan medis tercatat mencapai 58 orang.

Tim Satgas MBG Kota Kendari dan Dinkes Kota Kendari, langsung bergerak memantau kondisi seluruh Santri yang menjalani perawatan di Puskesmas Lepo Lepo dan Rumah Sakit Dewi Sartika.

Abdul Rauf selaku Sekertaris Satgas MBG Kota Kendari didampingi Ellfi, Skm, M.Kes selaku Kabid Pencegah Dan Pengedalian Penyakit Dinkes Kota Kendari, saat ditemui wartawan di Puskesmas Lepo Lepo menegaskan, kondisi para santri dan seluruhnya akan didampingi oleh pemerintah kota Kendari hingga sembuh.

” Kami mewakili pemerintah Kota Kendari sebagai tim tekhnis dari Tim Satgas MBG Kota Kendari setelah menerima laporan ini, langsung mengecek kondisi seluruh santri, termasuk menggali informasi tentang kejadian ini, dan masih akan terus memantau hingga seluruh pasien selesai dirawat. ” ujar Rauf.

Sementara itu Elfi Selaku Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Kendari mengaku bahwa pemerintah kota kendari akan memastikan semua kebutuhan perawatan seluruh pasien akan di backup oleh pemkot kendari.

” kami sudah di perintahkan oleh pimpinan bahwa kami mewakili pemerintah kota kendari akan mengawal dan memberikan bantuan seluruh layanan kesehatan hingga seluruh pasien dinyatakan sembuh dan bisa pulang. Data awal menunjukkan hampir semua santri awalnya mengalami mual, muntah dan pusing namun Alhamdulillah belum ada yang sampai mengalami kehilangan kesadaran ” ungkap Elfi

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kota Kendari, Fadilah Rizka, menjelaskan makanan tersebut selesai dimasak sekitar pukul 10.00 Wita. Sebanyak 841 porsi kemudian tiba di Pondok Pesantren Al Askar sekitar pukul 13.10 Wita.

Sementara itu Kapolresta Kendari Kombes Pol Safi’i Nafsikin, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wakapolresta Kendari AKBP Moh. Yosa Hadi dan sejumlah pejabat kepolisian turun langsung mengecek kondisi para santri pada Jumat malam.

Rombongan pertama mendatangi Puskesmas Lepo-Lepo. Di lokasi tersebut, puluhan santri menjalani pemeriksaan dan perawatan medis. Setelah itu, Kapolresta bersama rombongan melanjutkan pengecekan ke RS Dewi Sartika Kendari.

Selain memantau kondisi para santri, kepolisian juga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui perkembangan kondisi serta penanganan medis yang diberikan kepada para pasien.

Setelah mengunjungi fasilitas kesehatan, rombongan Polresta Kendari kemudian melakukan inspeksi ke SPPG Watubangga yang menjadi penyedia makanan MBG bagi para santri.

Pengecekan dilakukan terhadap rangkaian proses penyediaan makanan, mulai dari penerimaan bahan makanan, pengolahan, penyimpanan, pemasakan, pengemasan hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.

Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

“Tim telah melakukan olah TKP serta mengamankan sejumlah sampel makanan untuk selanjutnya diperiksa di Labfor. Selain pengambilan sampel makanan, kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak sekolah dan SPPG Watubangga,” ujar Welliwanto.

Pemeriksaan tersebut, kata dia, tidak hanya difokuskan pada sampel makanan, tetapi juga terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan seluruh proses penyediaan hingga pendistribusian makanan MBG.

Untuk memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para santri, sampel makanan juga telah dibawa untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Hingga malam hari, sebagian santri masih menjalani perawatan medis. Pihak kepolisian bersama instansi terkait juga terus memantau kondisi para santri serta melakukan pendataan terhadap kemungkinan adanya tambahan pasien.

Polresta Kendari memastikan proses pendalaman akan terus dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab kejadian tersebut sekaligus menelusuri seluruh tahapan penyediaan dan distribusi makanan MBG yang dikonsumsi para santri.(*)

Editor:NZ