News

Jembatan Bambu Wundumbatu Viral, Ternyata Bukan Akses Utama Siswa ke Sekolah

329
×

Jembatan Bambu Wundumbatu Viral, Ternyata Bukan Akses Utama Siswa ke Sekolah

Share this article

 

TERAMEDIA.ID, KENDARI — Jembatan bambu di Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, yang sempat viral di media sosial karena disebut menjadi akses siswa menuju SMPN 20 Kendari, ternyata bukan merupakan jalan umum maupun akses resmi menuju sekolah.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Pemerintah Kecamatan Poasia bersama pihak Kelurahan Wundumbatu turun langsung meninjau lokasi pada Kamis, 17 September 2026.

Camat Poasia, Surianty, menjelaskan, jembatan bambu tersebut sejak awal dibuat oleh pemilik kebun sebagai akses menuju lahan miliknya yang berada di belakang kawasan sekolah.

“Setelah kami cek di lapangan, jalan itu bukan jalan umum. Itu merupakan jalan kebun yang dibuat oleh pemilik kebun,” jelas Surianty.

Dalam perkembangannya, jalur tersebut memang digunakan oleh sejumlah siswa yang tinggal di sekitar belakang kawasan sekolah karena jaraknya lebih dekat. Namun, jalur tersebut bukan akses resmi menuju SMPN 20 Kendari.

Menurut Surianty, akses utama menuju sekolah sebenarnya tersedia dan kondisinya cukup baik. Jalan tersebut telah teraspal dan berada relatif dekat dengan permukiman warga.

Pihak sekolah juga telah mengimbau para siswa agar tidak menggunakan jembatan bambu tersebut karena bukan merupakan akses umum dan kondisinya dinilai tidak aman.

Lurah Wundumbatu, Jeriyanto, mengatakan pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan RT dan lingkungan sekolah untuk menyampaikan imbauan kepada siswa.

“Kami sudah menyampaikan imbauan kepada anak-anak sekolah agar tidak melewati jembatan tersebut. Jalur itu bukan akses resmi menuju sekolah dan kondisinya juga tidak aman,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 29/RW 07 Wundumbatu, Arifuddin, mengungkapkan bahwa jalur tersebut memang sejak awal digunakan warga untuk aktivitas berkebun.

Menurutnya, jembatan itu awalnya hanya menggunakan satu batang bambu sebagai pijakan. Seiring waktu, bambu kemudian ditambah menjadi empat batang agar lebih mudah digunakan untuk menyeberang.

Pemerintah Kecamatan Poasia dan Kelurahan Wundumbatu memastikan koordinasi dengan warga dan pihak sekolah terus dilakukan. Para siswa diimbau menggunakan akses utama yang telah tersedia dan menghindari jembatan bambu tersebut demi keselamatan.(*)

 

Editor:NZ