NewsKesehatanMetro

27 Perawat RSUD Kendari Ikuti Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan, Plt Direktur Tekankan SOP dan Skill

×

27 Perawat RSUD Kendari Ikuti Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan, Plt Direktur Tekankan SOP dan Skill

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Sebanyak 27 perawat RSUD Kota Kendari mengikuti pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) selama 50 jam yang digelar pada 10–14 Februari 2026. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kasus kegawatdaruratan, khususnya di garda terdepan pelayanan seperti Unit Gawat Darurat (UGD).

Plt. Direktur RSUD Kota Kendari, Hasria Mahmud, menegaskan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk mendongkrak kualitas pelayanan sekaligus memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) rumah sakit. Ia menyebut, capaian SPM sebelumnya berada di kisaran 60–65 persen, dan melalui pelatihan ini RSUD menargetkan angka tersebut bisa mencapai 100 persen.

“Ini bukan hanya soal sertifikat. Ini soal kompetensi. Seperti SIM, perawat seharusnya tidak bertugas sebelum memiliki kemampuan ini,” tegas Hasria saat membuka pelatihan.

Menurutnya, peningkatan kompetensi perawat dalam penanganan trauma dan gangguan kardiopulmonal bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kesalahan kecil dalam penanganan pasien darurat bisa berakibat fatal, sehingga penguasaan keterampilan teknis harus sejalan dengan pemahaman dan penerapan standar operasional prosedur (SOP).

“SOP itu yang akan menolong kita ketika terjadi sesuatu. Karena itu yang pertama dilihat saat ada persoalan. Jadi skill dan SOP harus berjalan bersama,” ujarnya.

Hasria juga mengingatkan agar peserta tidak terjebak pada pola lama dalam bekerja. Ilmu pengetahuan dan teknologi medis terus berkembang, sehingga tenaga kesehatan dituntut untuk terus belajar dan memperbarui kemampuan. Ia menekankan pentingnya melayani pasien dengan hati, karena pelayanan yang baik akan berdampak pada kepercayaan masyarakat, peningkatan kunjungan pasien, hingga kesejahteraan tenaga kesehatan itu sendiri.

Ketua panitia pelatihan menjelaskan, peserta berasal dari berbagai unit pelayanan, di antaranya UDD 11 orang, ICU, NICU, PICU, Hemodialisa, Klinik Jantung, hingga beberapa ruang perawatan lainnya. Sebagian besar pembiayaan ditanggung rumah sakit sebagai bentuk komitmen manajemen dalam pengembangan kapasitas SDM, meskipun kondisi keuangan rumah sakit sedang tidak ideal.

Panitia juga menyampaikan bahwa ke depan, sekitar 20–30 persen dari pemasukan kegiatan diklat akan diarahkan untuk pengembangan kompetensi tenaga kesehatan di RSUD Kendari.

Pelatihan BTCLS ini bertujuan membekali perawat dengan kemampuan bantuan hidup dasar untuk menyelamatkan jiwa, meminimalisir kerusakan organ, serta menekan angka kematian dan kecacatan pasien akibat kondisi darurat.

Melalui kegiatan ini, RSUD Kota Kendari berharap seluruh perawat, terutama yang bertugas di UGD dan unit kritis lainnya, memiliki kesiapan penuh dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Kendari. (SM)

 

Editor:NZ