NewsMetro

Pemkot Kendari Intensifkan Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan 1447 H

×

Pemkot Kendari Intensifkan Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan 1447 H

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkret menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung pada 9–13 Februari 2026 ini melibatkan 22 distributor serta sekitar 20 UMKM pangan, 9 Feb 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abd Rauf, menegaskan bahwa pelaksanaan GPM di awal tahun tetap berjalan meski tanpa dukungan APBD. Program ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Kadin Sultra, Kadin Kendari, Bank Indonesia, Baznas, PT Sosro, PT Kalbe, hingga TNI melalui program TMMD.

“Kalau pangan murah sering hadir di sudut kota, tekanan harga di pasar bisa terkendali. Masyarakat tidak harus berbondong-bondong ke pasar karena kebutuhan pokok sudah tersedia di dekat mereka,” ujarnya.

Dalam GPM tersebut, masyarakat dapat membeli bahan pangan dengan harga lebih terjangkau, seperti bawang merah Rp35.000–Rp40.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, serta telur Rp56.000 per rak. Selain itu, disalurkan pula bantuan sebesar Rp400.000 kepada 100 kepala keluarga miskin.

Abd Rauf menegaskan, GPM terbuka untuk seluruh warga tanpa membedakan latar belakang. Tujuannya adalah menstabilkan harga secara menyeluruh sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Kalau pangannya hadir, energinya pasti bangkit. Ini soal kebutuhan dasar,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten I Setda Kota Kendari, Adriana Musarudin, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang Ramadan.

“Menjelang Ramadan, permintaan kebutuhan pokok cenderung meningkat. Kondisi ini apabila tidak diantisipasi dapat berdampak pada kenaikan harga dan menurunnya daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan. Karena itu, Pemkot Kendari memandang perlu melakukan langkah konkret dan terukur melalui Gerakan Pangan Murah,” jelasnya.

Ia menyebutkan, sepanjang 2025 telah dilaksanakan 120 kali GPM. Pada 2026, kegiatan ini ditargetkan berlangsung sebanyak 150 kali, dan hingga Januari sudah terealisasi 20 kali pelaksanaan.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup, harga terjangkau, serta distribusi yang lancar, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan khusyuk.

Adriana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik dari unsur pemerintah, BUMN, distributor, pelaku usaha, maupun pemangku kepentingan lainnya.

“Sinergi inilah yang menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” katanya.

Pemkot Kendari memastikan GPM akan terus digelar di berbagai titik sebagai strategi pengendalian inflasi daerah dan penguatan ketahanan pangan warga. Kegiatan ditutup dengan peninjauan stan pangan dan produk UMKM.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. Ke depan, Pemkot Kendari akan terus memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi lokal, penguatan cadangan pangan, serta pengawasan distribusi dan harga di pasar,” tutup Adriana sebelum secara resmi membuka kegiatan dengan mengucapkan basmalah.

(MAWAR PUTRI)