NewsMetro

Pelantikan Pengurus GP Ansor Sultra dan Komitmen Bangun Iklim Usaha untuk Masyarakat

×

Pelantikan Pengurus GP Ansor Sultra dan Komitmen Bangun Iklim Usaha untuk Masyarakat

Share this article

TERAMEDIA, KENDARI – Acara pelantikan Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Tenggara (Sultra) bukan sekadar seremoni organisasi biasa. Perhelatan ini menandai babak baru bagi pemuda Nahdlatul Ulama di Bumi Halooleo untuk bertransformasi menjadi penggerak ekonomi riil dan ketahanan pangan.

Pelantikan pengurus baru menjadi momentum konsolidasi kekuatan pemuda. Dengan komposisi pengurus yang mencakup berbagai latar belakang profesional, GP Ansor Sultra berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyah) sembari memperkuat peran organisasi membangun iklim usaha.

Salah satu sorotan utama dalam pelantikan ini adalah komitmen Ansor Sultra dalam membangun iklim usaha dan mengawal isu-isu lingkungan.

Komitmen ini ditandai dengan Launching Yayasan Asri untuk mengawasi dan menjawab isu-isu lingkungan yang sedang timpang. Hal ini diperuntukkan agar Ansor dapat terlibat mulai dari Riset penelitian, hingga kegiatan recovery atau pemulihan lingkungan.

“Yayasan ini untuk mengeksekusi peranan ekosistem lingkungan. Soal instrumen apa yang akan dilakukan banyak cara untuk menjawab itu, karena tidak mungkin pemerintah tidak mendorong untuk recovery lahan tandus dan ini adalah peluang,” jelas Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sultra Saninuh Kasim, saat diwawancarai awak media usai pelantikan GP Ansor Sultra, Jumat 9 Januari 2025 di salah satu Hotel Kota Kendari.

Peranan Ansor membangun bangsa melalui launching unit usaha untuk kemandirian para kader. Sultra memiliki potensi agraris yang besar, dan Ansor mengambil peran sebagai pembentuk iklim usaha dan bersinergi dengan program pemerintah.

Masa pemerintaha Prabowo Subianto sedang masif membangun kekuatan ekonomi Indonesia hingga pada masyarakat kecil. Ansor hadir sebagai jembatan sinergitas dengan membangun usaha yang mengakar pada masyarakat.

“Gerakan pemerintah menyangkut soal ketahanan pangan maka kami ada patriot ketahanan pangan, kedua pemerintahan Prabowo lagi berusaha mengangkat derajat masyarakat bawah, kami di Ansor menyambut ini dan mengambil bagian dengan membentuk koprasi Ansor,” terangnya.

Tidak muluk-muluk, kehadiran koperasi Ansor mengajak para pemuda untuk berwirausaha pada pangan. Lahirnya iklim usaha ini dapat membantu para kader agar membentuk kemandirian dan mendukung kebutuhan masyarakat kecil di Sulawesi Tenggara.

“Kehadiran koperasi Ansor ini kami ingin mengajak anak-anak Ansor untuk dagang beras, dagang ikan. Kita punya iklimnya, kita yang bentuk, yang punya ekosistem itu kita. Hanya bagaimana ekosistem yang tidak hidup itu bisa kita hidupkan dan berdayakan, intinya ini hanya soal cara pandang,” jelasnya.

“Kita punya sistem, kita punya kader, hanya kita tidak meramu bagaimana menghidupkan ekosistem itu,” sambungnya.

Selain itu launching usaha Laundry juga bagian dari komitmen kemandirian kader. Unit usaha laundry yang lahir dari rahim kader GP Ansor Sulawesi Tenggara (Sultra) Sulhijah tentu memiliki karakteristik unik.

Usaha ini bukan sekadar bisnis komersial, melainkan perpaduan antara kemandirian ekonomi kader (Ansor-preneur) dan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat.

“Kami hanya meramu agar ini menjadi kekuatan ekonomi bagi kader-kader kami,” ungkapnya.

Pelantikan GP Ansor Sultra dengan tema “Merawat ekosistem, mengawal ketahanan pangan, membangun kemandirian kader” ini diselenggarakan bersamaan dengan launching sejumlah usaha dan lembaga pendukung kemandirian organisasi, di antaranya Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), Yayasan Ansri, Koperasi Ansor, Usaha Ansor Sultra, Ansor Property, serta Kader Usaha Ansor di bidang travel.

Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor H. Addin Jauharudin menyebut bahwa pelantikan kali ini dirangkaikan dengan berbagai inovasi yang brilian.

“Agenda kali ini bukan hanya pelantikan, tetapi juga dirangkai dengan inovasi-inovasi yang sangat baik, seperti koperasi, BUMA Ansor, usaha laundry, yayasan, hingga travel atau wisata,” ujarnya.

Ia berharap seluruh unit usaha tersebut dapat bergerak cepat dan memberikan dampak nyata, khususnya dalam penciptaan lapangan pekerjaan baru.

“Mudah-mudahan semua ini bisa berjalan cepat, menguntungkan secara bisnis, dan berdampak pada penciptaan lapangan kerja bagi kader serta keberlanjutan organisasi,” jelasnya.

Kegiatan ini pula dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, dalam sambutannya Andi Sumangerukka mengapresiasi ide dan komitmen Ansor dalam membangun ekosistem perekonomian.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan selamat dan sukses atas pelantikan pengurus Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan merupakan estafet kepemimpinan yang memiliki peran strategis bagi pembangunan daerah.

“Ini adalah momentum pembaruan dan ikrar pengabdian untuk umat, bangsa, dan negara, khususnya bagi kemajuan Sulawesi Tenggara yang kita cintai bersama,” katanya.

Menurutnya, kehadiran berbagai unit usaha GP Ansor dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan ekonomi masyarakat.

“Saya melihat Ansor memiliki banyak peluang bisnis. Artinya, Ansor bisa menjadi representasi sekaligus fasilitator dalam menggerakkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Reporter : A. Sulthan
Editor :NZ