NewsKesehatanMetro

Wapres RI Di Dampingi Pj.Walikota Kendari Pantau Penanganan Stunting Di Puskesmas Lepo-Lepo

43
×

Wapres RI Di Dampingi Pj.Walikota Kendari Pantau Penanganan Stunting Di Puskesmas Lepo-Lepo

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI- Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) K.H. Ma’ruf Amin bersama Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin berkunjung di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lepo-Lepo, Kota Kendari, Kamis (21/3/2024).

Dalam kunjungan ini, Wapres RI didampingi oleh Pj. Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, Pj. Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup, Kadis Kesehatan Provinsi Sultra, Plt Kadis Kesehatan Kota Kendari dan Kepala OPD lainnya.

Setiba di Puskesmas Lepo-Lepo, Wapres RI bersama istri langsung meninjau pelaksanaan Pos Layanan Terpadu (Posyandu) di Puskesmas Lepo-Lepo Kendari.

Lebih dari sekadar momen seremonial, kunjungan ini menyoroti langkah-langkah konkret yang diambil dalam penanganan stunting di daerah tersebut. Muhammad Yusup, Pj. Wali Kota Kendari, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat.

“Kunjungan ini menandakan keseriusan pemerintah pusat dalam mendukung upaya penanganan stunting dan masalah kesehatan masyarakat lainnya di Kota Kendari. Ini merupakan dorongan besar bagi kami dalam menjalankan program-program kesehatan yang menjadi prioritas bagi kesejahteraan warga,” ungkap Muhammad Yusup.

Tidak hanya itu, kesempatan ini juga digunakan untuk menegaskan pentingnya kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah pusat serta instansi terkait dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, terutama dalam penanganan stunting dan gizi buruk,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kepala Puskesmas Lepo-Lepo, drg. Eka Sulistianingrum mengatakan, bahwa kunjungan Wapres RI terkait bagaimana penanganan stunting yang dilakukan oleh Puskesmas Lepo-Lepo, karena penanganan stunting untuk intervensi spesifik yang dilakukan puskesmas itu diadakan secara rutin di Posyandu pada hari Minggu.

“Jadi tadi yang dilihat bagaimana proses pelayanan di Posyandu dalam rangka penanggulangan stunting khususnya di Kecamatan Baruga,” ujarnya.

Selain itu juga, drg. Eka mengungkapkan, di Puskesmas Lepo-Lepo itu ada 18 Posyandu yang tersebar di 4 Kelurahan yakni Kelurahan Lepo-Lepo, Kelurahan Watubangga, Kelurahan Wundudopi, dan Kelurahan Baruga.

“Dan jumlah stunting di wilayah kerja kami ada 23 anak per bulan Februari 2024 dan sebagian besar mereka stunting karena penyakit bawaan, karena mereka punya penyakit yang memang tidak bisa disembuhkan seperti dia kelainan, dia down syndrome jadi ada beberapa yang down syndrome dan memang pertumbuhan dan perkembangan tidak seperti anak pada umumnya,” pungkasnya.

Selanjutnya, drg. Eka  menambahkan, ada kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas Lepo-Lepo, yakni kegiatan intervensi spesifik untuk balita yang gizi kurang supaya tidak berlanjut.

Menurutnya, mereka harus dipantau pertumbuhan dan perkembangannya setiap bulan di Posyandu, jadi harus dilakukan penimbangan setiap bulan di Posyandu, itu untuk balitanya sendiri.

“Bahkan imunisasinya kita kasih lengkap, dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dipastikan imunisasinya harus lengkap,” tambahnya. (RED)