NewsHukum & Kriminal

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Mahasiswa di Kendari

×

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Mahasiswa di Kendari

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari mengungkap motif pembunuhan terhadap seorang mahasiswa berinisial LOH di Jalan KS Tubun, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dalam kasus tersebut, empat orang ditangkap Tim Buser 77 dan Unit Intelkam Polresta Kendari. Keempat pelaku yang diringkus ialah seorang wanita berinisial IN (20) dan tiga pria masing-masing berinisial HE (23), EY (19), serta ER (22).

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Aris Tri Yunarko Mengatakan, IN dan HE ditangkap lebih dulu di BTN Adam Al-Hafidz, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Kemudian ER di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) dan EY di Jalan Torada, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

“Usai ditangkap keempat pelaku digelandang ke Polresta Kendari untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya, Selasa (8/10/2024).

Kapolresta Kendari menambahkan motif pembunuhan pelaku utama ER dalam kasus ini dikeranakan merasa cemburu tidak terima pacarnya IN didekati korban, sehingga ER melakukan perencanaan menemui korban untuk diberi pelajaran.

“Kemudian pada saat bertemu terjadi cekcok hingga perkelahian korban dan pelaku ER. Dalam kejadian itu awalnya pelaku ER hanya berniat mau kasih pelajaran saja, namun korban sempat bilang akan melapor di polisi. Atas perkataan tersebut, para pelaku langsung menganiaya korban hingga tewas, karena panik, jenazah korban lalu dibuang ke semak – semak di jalan KS Tubun, Kecamatan Baruga,” Tuturnya.

Lanjut aris mengungkapkan, keseluruhan pelaku yang terlibat membunuh korban berjumlah 4 orang, para pelaku ini diketahui dua diantaranya berstatus kakak beradik.

“Pelaku utama ini yang kerja di morowali berinisial ER, datang di kendari mengajak adik dan spupunya untuk menganiaya korban. 4 pelaku di antaranya 3 pria dan 1 wanita,” ungkapnya.

Para tersangka dijerat dengan pasal berat terkait pembunuhan berencana dan pengeroyokan yang menyebabkan kematian yakni pasal 340 juncto 338, 170 dan pasal 55 KUHP, dengan hukuman maksimal berupa pidana mati atau penjara seumur hidup.*(DW)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News