NewsPariwisata

Peran Influencer untuk Promosi Pariwisata Sultra

96
×

Peran Influencer untuk Promosi Pariwisata Sultra

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Diera moderen ini, masyarakat umumnya menggunakan sosial media, terlebih untuk para generasi Milenial dan Gen Z.

 

Perkembangan teknologi yang begitu pesat, membuat kreativitas semakin bertambah dan terjadi pergeseran minat. Salah satu metode promosinya disebut dengan istilah digital branding. Keterlibatan para influencer dalam mempromosikan sesuatu juga sangat berdampak positif.

 

Sama halnya promosi wisata, tidak hanya paket wisata yang menarik, namun bagaimana mempromosikan keunggulan destinasi yang ada.

 

Penggunaan influencer dalam pariwisata bertujuan untuk meningkatkan kesadaran merek, menarik khalayak baru, dan membentuk persepsi positif terhadap destinasi, yang pada akhirnya mengubah perilaku pembelian wisatawan dan mengarahkan arus wisatawan.

 

Kolaborasi influencer dan pemerintah untuk mempromosikan pariwisata memiliki manfaat baik untuk kepariwisataan. Sama seperti yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Dispar Sultra).

 

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Belli HT mengatakan, selain lewat media massa, ia juga menggandeng para influencer untuk mempromosikan pariwisata Sultra.

 

“Kita menggunakan pendekatan yang berbeda. Kalau kita lihat sekarang arahan dari kementerian Pariwisata, promosi itu selain dengan media televisi, juga ada trand baru menggunakan media sosial,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 2 Juli 2024.

 

Olehnya pihaknya merangkul influencer lokal Sultra untuk membuat video promosi dengan catatan video tersebut tayang di beberapa akun sosial milik influencer.

 

“Termasuk nanti kita akan mencoba kerjasama dengan media massa yang berbasis media sosial. Ini untuk menjangkau yang berada di Sultra,” ujarnya.

 

Sedangkan untuk jangkauan diluar Sulawesi Tenggara, pihaknya berencana untuk menggandeng influencer luar untuk mempromosikan destinasi di Sultra.

 

Salah satu targetnya adalah beberapa influencer asal Sulawesi Selatan. Bukan tanpa dasar, diketahui sebagian besar wisatawan luar berasal dari daerah tersebut.

 

“Paling besar pergerakan wisatawan di Sultra berasal dari Sulawesi Selatan,” bebernya.

 

Tahun 2023, Dispar Sultra pernah melakukan kolaborasi dengan influencer asal tanah Jawa. Hal itu mendatangkan manfaat baik bagi Pariwisata petualangan Sultra.

 

“Followersnya itu tertarik dengan konsep-konsep wisata petualangan. Bahkan saat Dipextream kemarin sempat diapresiasi oleh pak Menteri soal konsep wisata petualangan Sultra,” terangnya.

 

Sebagai persyaratan awal, para influencer lokal yang dapat berkolaborasi dengan Dispar Sultra wajib memiliki 10 ribu Followers aktif.

 

“Keterlibatan influencer ini sebenarnya ada pada beberapa program seperti Famtrip,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kabid Destinasi Dispar Sultra, Amari, menyampaikan, influencer sangat berdampak terhadap pegerakan wisatawan di Sultra.

 

“Angkanya dari 36% wisatawan lintas, sekarang menjadi 50,1 %,” tandasnya. *(ST)

editor:DN