NewsMetroPendidikan

Fisip UHO Gelar Seminar Regional Bahas Transformasi Inovasi Meningkatkan Kesejahteraan dan Ketahanan Masyarakat di Era Society 5.0

363
×

Fisip UHO Gelar Seminar Regional Bahas Transformasi Inovasi Meningkatkan Kesejahteraan dan Ketahanan Masyarakat di Era Society 5.0

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas HaluOleo (UHO) Kendari menggelar seminar regional tentang isu komunitas yang bertajuk
Transformasi Inovasi Meningkatkan Kesejahteraan dan Ketahanan Masyarakat di Era Society 5.0 di Auditorium UHO, Pada Rabu (20/9/2023).

Dalam giat tersebut, dihadirkan pemateri yang berkompeten yakni, Prof. Dr Haslinda Abdullah dari IPSAS Direktur Malaysia, Ir. R Agung Efriyo Hadi, Rektor Universitas Abulyatama Aceh, Assoc. Prof. Dr. Drs Ishak Hasan, Rektor Universitas Teuku Umar, dan Dr. Ruksamin Bupati Konawe Utara (Konut)

Rektor UHO, Prof Muhammad Zamrun Firihu menjelaskan bahwa kerjasama antara beberapa Universitas Indonesia dengan Universitas Malaysia itu terkait isu-isu komunitas kesejahteraan kemasyarakatan baik di Indonesia maupun Malaysia.

” Kegiatan ini rutin kita lakukan setiap tahun, bagiamana membahas isu-isu kesejahteraan dan ketahanan di era Society 5.0 dan sangat berguna sebagi infomasi mahasiswa baru di UHO ” Katanya.

Sementara itu, Bupati Konawe Utara mengucapkan banyak terimakasih telah diundang sebagai pemateri dalam seminar regional.

” Yang pertama dimomen ini suatu kebanggan bisa sejajar bersama rektor-rektor, yang kedua saya tidak lupa bahwa nilai-nilai adat dari Konut sudah sampai di Malaysia, kain konasara itu sudah sampai disana saya bagikan kepada mereka semua ” Tuturnya.

Ditempat yang sama, Dekan FISIP, Prof Eka Suaib menjelaskan kegiatan ini bagian dari kolaborasi UHO, Universitas Putra Malaysia, Universitas Teuku Umar, dan Universitas Abulyatama.

” Sebetulnya ini kelanjutan dari seri-seri yang sebelumnya dalam kegiatan ini selain dari diskusi juga dilakukan kuliah umum dan tanggal 22 September akan ada kolaborasi pengabdian internasional yang melibatkan institusi perguruan tinggi tadi dengan topiknya yaitu parawisata ” Ujarnya.

Dalam diskusi kita ternyata bahwa kekayaan sumber daya alam itu tidak bisa diandalkan untuk kemajuan pembangunan tetapi yang kita dorong sebelumnya adalah pembangunan parawisata. *(RZ)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News