NewsMetroPendidikan

Fisip UHO Gelar Seminar Regional Bahas Transformasi Inovasi Meningkatkan Kesejahteraan dan Ketahanan Masyarakat di Era Society 5.0

120
×

Fisip UHO Gelar Seminar Regional Bahas Transformasi Inovasi Meningkatkan Kesejahteraan dan Ketahanan Masyarakat di Era Society 5.0

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas HaluOleo (UHO) Kendari menggelar seminar regional tentang isu komunitas yang bertajuk
Transformasi Inovasi Meningkatkan Kesejahteraan dan Ketahanan Masyarakat di Era Society 5.0 di Auditorium UHO, Pada Rabu (20/9/2023).

Dalam giat tersebut, dihadirkan pemateri yang berkompeten yakni, Prof. Dr Haslinda Abdullah dari IPSAS Direktur Malaysia, Ir. R Agung Efriyo Hadi, Rektor Universitas Abulyatama Aceh, Assoc. Prof. Dr. Drs Ishak Hasan, Rektor Universitas Teuku Umar, dan Dr. Ruksamin Bupati Konawe Utara (Konut)

Rektor UHO, Prof Muhammad Zamrun Firihu menjelaskan bahwa kerjasama antara beberapa Universitas Indonesia dengan Universitas Malaysia itu terkait isu-isu komunitas kesejahteraan kemasyarakatan baik di Indonesia maupun Malaysia.

” Kegiatan ini rutin kita lakukan setiap tahun, bagiamana membahas isu-isu kesejahteraan dan ketahanan di era Society 5.0 dan sangat berguna sebagi infomasi mahasiswa baru di UHO ” Katanya.

Sementara itu, Bupati Konawe Utara mengucapkan banyak terimakasih telah diundang sebagai pemateri dalam seminar regional.

” Yang pertama dimomen ini suatu kebanggan bisa sejajar bersama rektor-rektor, yang kedua saya tidak lupa bahwa nilai-nilai adat dari Konut sudah sampai di Malaysia, kain konasara itu sudah sampai disana saya bagikan kepada mereka semua ” Tuturnya.

Ditempat yang sama, Dekan FISIP, Prof Eka Suaib menjelaskan kegiatan ini bagian dari kolaborasi UHO, Universitas Putra Malaysia, Universitas Teuku Umar, dan Universitas Abulyatama.

” Sebetulnya ini kelanjutan dari seri-seri yang sebelumnya dalam kegiatan ini selain dari diskusi juga dilakukan kuliah umum dan tanggal 22 September akan ada kolaborasi pengabdian internasional yang melibatkan institusi perguruan tinggi tadi dengan topiknya yaitu parawisata ” Ujarnya.

Dalam diskusi kita ternyata bahwa kekayaan sumber daya alam itu tidak bisa diandalkan untuk kemajuan pembangunan tetapi yang kita dorong sebelumnya adalah pembangunan parawisata. *(RZ)