NewsDaerah

Dinsos Konsel Gelar Sosialisasi Cegah Penyalahgunaan Napza dan Kekerasan Seksual Pada Anak

122
×

Dinsos Konsel Gelar Sosialisasi Cegah Penyalahgunaan Napza dan Kekerasan Seksual Pada Anak

Share this article

TERAMEDIA.ID, KONSEL – Dinas Sosial (Dinsos) Konawe Selatan (Konsel) menggelar sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya baik zat alami atau sintetis (Napza) serta kekerasan seksual pada anak.

Kepala Dinas Sosial Konawe Selatan Nurlita Jaya menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini dilakukan pada 50 Sekolah tingkat SLTP dan SLTA di 25 kecamatan se-Konawe Selatan.

“Sosialisasi ini sudah berlangsung sejak bulan Agustus hingga 26 Oktober 2023,” ungkapnya usai sosialisasi di SMKN 10 Konsel, Kamis, (26/10/2023).

Nurlita melanjutkan, penyalahgunaan Napza dan kejahatan seksual yang terjadi biasanya terjadi secara masif. Sebabnya, upaya pencegahan disekolah dengan memberikan Edukasi dan pemahaman kepada para guru sekolah serta murid melalui narasumber agar tindak kejahatan tersebut dapat diantisipasi juga diwaspadai.

“Mengingat kasus kejahatan terhadap anak di Konawe Selatan pada Tahun 2023 yang saat ini mendapatkan pendampingan psikososial angkanya sangat meningkat,” terangnya.

Ditempat yang sama, Satbinmas Polres Konsel, Sutoarjo, menyampaikan, efek dari Narkoba sangat berbahaya, terlebih saat ini sedang marak kasus lenyalahgunaan Napza di Konawe Selatan.

“Jika tidak kita cegah, jika kita biarkan, maka apa yang akan terjadi kepada anak anak kita, Napza itu sumber dan awal kehancuran dari masa depan anak-anak kita,” ungkapnya.

Hal Senada juga disampaikan Peksos Kemensos RI, Helpin Ezza. Menurutnya, peran orang tua dalam mengawasi anak sangat penting.

Orang tua perlu membekali anak dengan pengetahuan agama, umum, serta menciptakan lingkungan yang kondusif untuk anak, membatasi penggunaan handphone. Sebab kata Helpin, kekerasan seksual bukan hanya kontak langsung tetapi bisa juga melalui Media Sosial.

“ada beberapa hal yang perlu disampaikan orangtua kepada anak anaknya, seperti untuk mengenali tubuh bagian vital yang tidak boleh disentuh, menjauhi lingkungan yang tidak sehat,” ungkapnya.

Helpin menerangkan, peran sekolah sangat dibutuhkan dalam mengedukasi terhadap kejahatan seksual kepada anak, mengingat kejahatan seksual pada anak di Konawe Selatan setiap tahunnya mengalami peningkatan.

”Sebut saja ditahun ini telah mencapai 87 kasus anak yang sementara di datangani oleh Peksos dan Dinas Sosial Konawe Selatan dan paling mendominasi adalah kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur, kebanyakn yang menjadi korban dan pelaku masih pelajar SLTP dan SLTA,” bebernya.

Olehnya, Helpin meminta kepada Guru, orang tua agar berperan aktif dalam mengedukasi dan membekali anak agar tidak terjerumus pada wilayah yang merusak masa depan anak.

“Semua unsur berperan penting untuk mengedukasi anak,” pungkasnya.(ST)