NewsMetroPendidikan

Di Tengah Tekanan Fiskal, Sultra Pilih Perkuat Sekolah Produktif

×

Di Tengah Tekanan Fiskal, Sultra Pilih Perkuat Sekolah Produktif

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya memperkuat sekolah produktif, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sebagai strategi menghadapi tekanan fiskal daerah akibat berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, saat membuka Rapat Koordinasi Konsolidasi Program Prioritas UPT Kemendikdasmen yang dirangkaikan dengan Lokakarya Majelis Dikdasmen Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Pesantren Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, di Aula BPMP Sultra, Kendari, Kamis (9/1/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan melemahkan sektor pendidikan. Sebaliknya, pendidikan—terutama SMK—harus didorong menjadi bagian dari solusi pembangunan ekonomi daerah.

“Di tengah tekanan fiskal, kita harus berpikir kreatif dan inovatif. SMK kita dorong menjadi sekolah produktif yang mandiri, memiliki unit usaha, dan mampu memberi nilai tambah ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sultra mendorong optimalisasi SMK berpendapatan melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang disinergikan dengan dunia usaha dan dunia industri. Dengan pola tersebut, unit produksi SMK diharapkan dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Selain memperkuat kemandirian sekolah, Pemprov Sultra juga fokus pada peningkatan kualitas lulusan melalui pelatihan intensif dan kerja sama lintas sektor. Langkah ini ditujukan untuk mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“SMK bukan hanya tempat belajar, tapi juga motor penggerak ekonomi daerah. Lulusannya harus siap kerja dan siap bersaing,” tegasnya.

Melalui forum koordinasi dan lokakarya ini, Pemprov Sultra berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Muhammadiyah dalam pengembangan pendidikan formal, nonformal, dan pesantren di Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret dan implementatif guna memperkuat kualitas sumber daya manusia Sultra sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045.

Reporter : NUR FAUZYAH