NewsEkonomiMetro

Update Harga Bapok di Pasar Tradisional Anduonohu Kendari, Beras Masih Mengalami Kenaikan

162
×

Update Harga Bapok di Pasar Tradisional Anduonohu Kendari, Beras Masih Mengalami Kenaikan

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Berikut update harga Bahan Pokok (Bapok) di Pasar Tradisional Anduonohu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (4/11/2023).

Dari pantauan Teramedia.id sejumlah bapok masih diharga normal dan beberapa mengalami kenaikan.

Beras jenis Kepala Super dijual Rp 12 ribu/liter, beras merek Mawar berat 5 Kg dijual Rp 60 ribu, berat 10 Kg dijual Rp 120 ribu dari yang sebelumnya Rp 110 ribu. Untuk beras paling murah ada di harga Rp 9 ribu dengan kualitas paling bawah.

Minyak Kita Rp15 ribu/liter, merek Sedaap Rp 19 ribu, Bimoli Rp 22 ribu- Rp23 ribu dan gula pasir Rp16 ribu/Kg.

Salah satu penjual bapok di Pasar Tradisional Anduonohu, Itha mengatakan harga bapok tersebut bisa saja berbeda tergantung dimana penjual tersebut mengambil stok barang.

Pria asal Sulawesi Selatan (Sulsel) itu mengaku dirinya tak bisa mengambil stok minyak lebih banyak, lantaran hanya dijadikan pelengkap dagangannya saja.

Untuk stok beras ia mengambil langsung dari penggilingan dan juga berasal dari Bulog.

“Biasanya kan ambil dari Bulog, harga murah per 5 kg dijual Rp51ribu terus kita jual Rp 55 ribu,” ungkapnya.

Sementara untuk beras yang akan diecer ia membeli dengan berat 50 Kg dengan harga awal Rp 630 ribu, untuk kemudian dijual per liter.

Itha mengaku, tinggi harga beras dalam beberapa waktu terakhir ini dipicu musim kemarau yang berkepanjangan, sehingga produktivitas beras menurun.

“Masalahnya musim kemarau, jadi setengah mati,” katanya.

“Pembeli menurun, masalahnya juga pembeli mau murah baru mau beras yang bagus, sudah begitu memang,” ia menambahkan.

Olehnya itu ia hanya memberikan pengertian terhadap para pembeli yang berbelanja di lapaknya.

“Beras mahal, kalau orang yang mengerti pasti mereka sudah tau kalau beras lagi naik,” jelasnya.

Ia mengaku, omzet yang ia dapatkan tak menentu, mulai Rp500 ribu- Rp 700 ribu, untuk kemudian diputar kembali menjadi modal.*(NV).