NewsMetro

Tak Sesuai Kendaraan, Barcode Pertalite Dipakai Pengantri di SPBU Puuwatu Diciduk Wawali

47
×

Tak Sesuai Kendaraan, Barcode Pertalite Dipakai Pengantri di SPBU Puuwatu Diciduk Wawali

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pengawasan penyaluran BBM bersubsidi di Kota Kendari kembali menemukan pelanggaran. Seorang pengantri Pertalite di SPBU Puuwatu diamankan Wakil Wali Kota Kendari Sudirman setelah kedapatan menggunakan barcode yang tidak sesuai dengan kendaraan yang digunakan, Rabu (7/10/2026).

Temuan tersebut terungkap saat Sudirman melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan penggunaan barcode dalam pembelian BBM bersubsidi sesuai dengan identitas kendaraan. Sidak turut melibatkan Kepala Dinas Perdagangan, Kasat Pol PP, Kasat Lantas dan Tim Bapenda Kota Kendari.

Saat pemeriksaan berlangsung, petugas menemukan seorang pengantri yang hendak mengisi Pertalite menggunakan barcode kendaraan lain. Sudirman kemudian meminta pengantri tersebut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Kita akan amankan di kantor dulu, sambil kita mau cari mobilnya siapa yang dia mau pakai. Jangan sampai mobil yang dia pakai itu memang tidak tahu kalau dipakai barcode-nya,” kata Sudirman.

Menurut Sudirman, penggunaan barcode yang berbeda dengan kendaraan merupakan persoalan yang perlu ditertibkan karena dapat membuka celah penyalahgunaan dalam distribusi BBM bersubsidi.

“Ini salah satu contoh kita dapati, sementara mengantri sudah mau diisi dengan barcode yang berbeda,” ujarnya.

Sudirman menyebut temuan di SPBU Puuwatu bukan kasus pertama yang ditemukan Pemkot Kendari. Sebelumnya, pemerintah kota melakukan pemeriksaan di SPBU Anggoya dan menemukan lima kasus serupa.

Temuan tersebut menjadi alasan bagi Pemkot Kendari untuk meningkatkan pengawasan secara rutin di sejumlah SPBU. Pemeriksaan dilakukan tanpa memberitahukan terlebih dahulu lokasi SPBU yang akan menjadi sasaran sidak berikutnya.

“Kemarin ada lima kita dapat temuan, dan ini kita akan terus lakukan. Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi, dan ini setiap hari akan kita lakukan,” tegasnya.

Selain penggunaan barcode yang tidak sesuai kendaraan, Sudirman juga menduga terdapat kemungkinan adanya pihak tertentu di lingkungan SPBU yang memberikan jaminan kepada pengantri sehingga berani menggunakan barcode milik kendaraan lain.

Dugaan tersebut, kata dia, masih akan ditelusuri. Pemkot Kendari akan melihat lebih jauh bagaimana barcode kendaraan lain bisa digunakan untuk melakukan pembelian Pertalite.

“Kita akan cari mobilnya siapa yang dia mau pakai,” katanya.

Dalam sidak tersebut, pengawasan juga diperluas pada kelengkapan dokumen kendaraan. Sejumlah kendaraan yang tidak memiliki surat-surat lengkap ditindak oleh kepolisian melalui penilangan.

Sementara Tim Bapenda Kota Kendari melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang memiliki tunggakan pajak. Pemilik kendaraan yang diketahui belum memenuhi kewajiban pajaknya diproses oleh petugas.

Sudirman menegaskan pengawasan terhadap SPBU akan terus dilakukan setiap hari. Pemkot Kendari tidak hanya ingin memastikan antrean berjalan tertib, tetapi juga memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.

Ia berharap temuan penggunaan barcode kendaraan lain tidak kembali terjadi. Menurutnya, masyarakat harus menggunakan barcode sesuai dengan kendaraan yang terdaftar agar sistem penyaluran BBM bersubsidi berjalan sebagaimana mestinya.

Pemerintah Kota Kendari pun memastikan sidak akan berlanjut ke SPBU lainnya. Namun, lokasi pemeriksaan berikutnya sengaja tidak diumumkan agar pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif.(SM)