NewsEkonomi

Sinergitas Nasional dan Daerah, Pj Gubernur Sultra Dorong Pembangunan MPP

133
×

Sinergitas Nasional dan Daerah, Pj Gubernur Sultra Dorong Pembangunan MPP

Share this article

TERAMEDIA.ID, JAKARTA – Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto mendorong pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) di Bumi Anoa.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri, peresmian sepuluh Mall pelayanan Publik (MPP), di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (31/10/2023).

Kesepuluh Mall pelayanan publik tersebut diresmikan langsung oleh Menpan-RB, Abdullah Azwar Anas. kesepuluh MPP yang diresmikan tersebut berada di Kabupaten Buleleng Bali, Kabupaten Sekadau provinsi Kalbar, Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah, Kabupaten Manggarai Timur dan Kota Kupang provinsi NTT, Kabupaten Morowali Provinsi Sulteng, Kabupaten Bone provinsi Sulsel, Kabupaten Lebak di Banten Kabupaten Aceh Tengah serta Kabupaten Tulang Bawang Barat di Lampung.

Menpan-RB, Azwar Anas mendorong para Pj Kepala Daerah agar menghadirkan MPP di setiap kabupaten dan kota diwilayahnya guna pelayanan yang prima kepada masyarakat.

“Saya harap semua Penjabat Kepala Daerah dapat membangun MPP pada setiap kabupaten/kota di daerahnya masing-masing. Tidak perlu gedung baru, tetapi pelayanan prima yang dibutuhkan masyarakat,” ungkap Menpan-RB itu.

Diketahui, peresmian kesepuluh MPP ini bertepatan dengan Rapat Koordinasi Percepatan Pembentukan MPP tahun 2023, yang dihadiri juga oleh PJ Gubernur Sultra.

Guna meneruskan sinergitas pemerintah nasional, Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, menyatakan dukungannya terhadap program MPP.

Menurutnya, keberadaan MPP untuk membantu memperbaiki pelayanan publik bagi masyakat dan sekaligus mendukung iklim investasi melalui kemudahan berusaha bagi investor.

“Kehadiran MPP memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan publik dan kemudahan berusaha, terutama bagi pelaku UMKM maupun investor,” ungkapnya.

Lebih lanjut Andap menjelaskan, setidaknya ada lima keunggulan yang dihadirkan MPP terkait investasi jika hadir di Provinsi julukan Bumi Anoa.

Pertama, MPP akan mempercepat proses pengurusan perizinan usaha dengan tingkat risiko rendah menjadi satu hari saja. Jika masyarakat mengurus izin usaha di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu maka akan menghabiskan waktu tidak lebih dari sehari.

Kedua, petugas layanan MPP didorong memiliki standar pelayanan yang ramah.

“MPP mengubah budaya pelayanan yang tidak ramah menjadi standar pelayanan ramah dan memberikan kepuasan kepada masyarakat,” jelasnya.

Keunggulan Ketiga, MPP mengurangi biaya dan waktu yang dihabiskan oleh masyarakat untuk menerima layanan. Sebab dapat menyatukan berbagai instansi pelayanan yang semula berada di lokasi berbeda, menjadi pelayanan di satu tempat yang sama.

Keempat, menurut Andap, MPP akan meningkatkan transparansi dengan konsep desain gedung bersifat ‘open space’ sehingga mencegah adanya praktik kecurangan di luar aturan yang berlaku.

“Konsep layanan open space membuat MPP menjadi transparan. Konsep ini menekan praktik kecurangan terhadap masyarakat penikmat layanan publik,” kata Andap.

Kelima, MPP memiliki keunggulan dengan meningkatkan daya saing bisnis. Menurut Andap, rata-rata jumlah investasi di daerah akan meningkat setelah adanya MPP.

“Kehadiran MPP ini akan meningkatkan daya saing dimana rata-rata daerah yang memiliki MPP jumlah investasinya terus meningkat,” lanjut Andap.

Di Sultra sendiri, dari 17 Kabupaten/Kota baru terdapat 3 MPP. Olehnya, Andap mendorong agar MPP di provinsinya semakin bertambah demi kemudahan pelayanan publik dan peningkatan investasi.

“Kita akan mendorong sepenuhnya Kabupaten/Kota yang belum memiliki MPP agar segera memilikinya demi pelayanan publik yang semakin mudah serta investasi yang semakin meningkat,” pungkasnya.*(ST)