NewsMetro

Sampah, LPJU, dan Pohon Tumbang Dominasi Laporan di Call Center 112

×

Sampah, LPJU, dan Pohon Tumbang Dominasi Laporan di Call Center 112

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Persoalan sampah, lampu penerangan jalan umum (LPJU), dan pohon tumbang menjadi laporan yang paling banyak disampaikan warga melalui Call Center 112 Kota Kendari sepanjang Januari 2026. Data Dinas Kominfo mencatat, dari ribuan panggilan yang masuk, sebagian besar berkaitan dengan tiga isu tersebut yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengungkapkan selama Januari terdapat 4.336 panggilan masuk ke layanan 112. Dari jumlah itu, 3.308 panggilan dinyatakan valid dan ditindaklanjuti menjadi 289 tiket laporan kejadian yang diteruskan ke instansi teknis.

“Jenis laporan terbanyak berkaitan dengan perbaikan LPJU, penebangan pohon, serta penanganan sampah. Ini menunjukkan persoalan fasilitas umum dan kebersihan lingkungan masih menjadi perhatian utama masyarakat,” ujarnya.

Rinciannya, laporan perbaikan LPJU tercatat 55 kasus, penebangan pohon 54 kasus, serta 21 kasus pohon tumbang. Selain itu, laporan bak sampah penuh dan sisa sampah penebangan pohon juga banyak ditemukan, terutama di wilayah Mandonga, Kendari Barat, dan Wua-Wua.

Dari 289 laporan yang tercatat, sebanyak 169 laporan atau 58 persen telah selesai ditangani, sementara 120 laporan lainnya masih dalam proses penyelesaian oleh instansi terkait. Beberapa instansi menunjukkan kinerja responsif, seperti BPBD yang menyelesaikan 23 dari 25 laporan, serta Damkar dan Dinsos yang menuntaskan seluruh laporan yang diterima.

Namun, terdapat pula instansi yang masih menghadapi kendala dalam percepatan penanganan. DLHK menerima 57 laporan, namun baru 8 yang selesai ditindaklanjuti. Dishub menerima 62 laporan dengan 24 yang telah selesai, sedangkan sisanya masih berjalan.

Sebaran laporan di tingkat kecamatan memperlihatkan pola persoalan yang berbeda. Kecamatan Poasia dan Kadia lebih banyak menerima laporan terkait ketertiban warga dan fasilitas umum, sementara wilayah padat permukiman cenderung didominasi persoalan sampah dan penerangan jalan.

Sahuriyanto menambahkan, tingginya laporan terkait LPJU dan pohon tumbang juga dipengaruhi faktor cuaca serta usia pohon di sejumlah ruas jalan. Karena itu, koordinasi lintas instansi dinilai penting agar respons di lapangan lebih cepat.

“Data ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Layanan 112 bukan hanya menerima aduan, tapi juga menjadi cermin persoalan riil yang dihadapi warga setiap hari,” katanya.

Evaluasi kualitas layanan menunjukkan 67 persen mengalami peningkatan, sementara 33 persen masih perlu pembenahan, terutama dalam hal percepatan respons terhadap laporan yang berulang seperti sampah dan LPJU.

Pemkot Kendari menargetkan perbaikan sistem koordinasi antarinstansi agar laporan masyarakat yang masuk melalui Call Center 112 dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan merata di seluruh wilayah kota. (SM)

 

Editor:NZ