NewsMetroPariwisata

Pantai Nambo Jadi Panggung Ekraf: Pemkot Kendari Siapkan Event Besar Bulan Depan

×

Pantai Nambo Jadi Panggung Ekraf: Pemkot Kendari Siapkan Event Besar Bulan Depan

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong sinergi antara pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) dan sektor pariwisata. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi besar untuk menjadikan Kendari bukan hanya sebagai kota transit di kawasan timur Indonesia, tetapi juga sebagai pusat kegiatan kreatif dan tujuan wisata unggulan di Sulawesi Tenggara.

Bulan depan, Pemkot Kendari merencanakan sebuah event besar yang akan digelar di Pantai Nambo, salah satu destinasi wisata favorit masyarakat. Kegiatan ini rencananya akan melibatkan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengusaha ekraf dari berbagai subsektor, mulai dari kuliner, fashion, kriya, hingga seni pertunjukan. Pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang ekspresi bagi pelaku ekraf sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mengungkapkan bahwa kegiatan di Pantai Nambo ini dirancang bukan hanya sebagai ajang hiburan semata, tetapi juga sebagai strategi nyata untuk mempertemukan dua potensi besar: industri kreatif dan pariwisata. “Bulan depan kita akan menggelar kegiatan di Pantai Nambo dengan melibatkan pengusaha ekraf, mulai dari kuliner, kriya, hingga pagelaran seni budaya. Kita ingin menghadirkan pelaku UMKM seperti pengusaha kuliner, tenun, video kreatif, fashion, dan banyak lagi. Sekaligus ini juga untuk mempromosikan pariwisata Kota Kendari,” jelas Sudirman.

Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki semangat luar biasa dalam menciptakan produk dan konten kreatif. Namun, mereka membutuhkan wadah untuk menampilkan karya serta kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pasar. Melalui event di Pantai Nambo, Pemkot berupaya memberikan panggung bagi ide, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor agar ekonomi kreatif bisa menjadi penggerak ekonomi baru di daerah.

Selain itu, event ini juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya ekonomi kreatif dalam pembangunan kota. Sudirman menambahkan, ke depan pemerintah akan terus memperkuat kerja sama lintas OPD, pelaku industri, komunitas kreatif, dan sektor swasta agar pengembangan ekraf tidak berjalan sendiri-sendiri. “Kita ingin membangun ekosistem kreatif yang kuat. Tidak hanya sekadar kegiatan seremonial, tapi berkelanjutan. Pantai Nambo akan kita jadikan sebagai salah satu pusat kegiatan kreatif Kota Kendari. Dengan begitu, wisatawan yang datang tidak hanya menikmati pantainya, tetapi juga bisa merasakan atmosfer ekonomi kreatif kita,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ekonomi Kreatif Kota Kendari, Hermawaty, ST., MT., menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu penetapan anggaran perubahan dari DPRD Kendari sebelum mulai melaksanakan tahapan teknis kegiatan. Meski demikian, ia memastikan timnya sudah menyiapkan konsep dan kurasi pelaku ekraf yang akan dilibatkan dalam event tersebut. “Setelah penetapan anggaran perubahan, kami akan langsung bergerak memfasilitasi para pengusaha ekraf agar bisa tampil maksimal. Harapannya, event ini dapat menghadirkan pameran kreatif yang bukan hanya menarik warga Kendari, tetapi juga masyarakat lintas kabupaten dan kota untuk hadir, melihat, sekaligus menikmati pariwisata kita,” tutur Hermawaty.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mengukur sejauh mana kesiapan para pelaku ekraf Kendari dalam memasarkan produknya di ruang publik. Dinas Ekraf berencana menghadirkan berbagai pelatihan singkat sebelum acara berlangsung, seperti pelatihan branding produk, strategi pemasaran digital, serta fotografi dan videografi produk.

Dalam konteks pariwisata, kolaborasi antara Dinas Ekraf dan Dinas Pariwisata ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat citra Kendari. Pantai Nambo yang terletak di wilayah pesisir selatan kota memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata kreatif. Selain panorama alamnya yang indah, kawasan ini juga memiliki daya tarik budaya dan peluang ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar.

Hermawaty menilai, bila dikelola dengan baik, sinergi antara ekraf dan pariwisata dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian lokal. Para pengrajin, pelaku kuliner, seniman, dan kreator digital dapat memperoleh manfaat langsung dari peningkatan jumlah wisatawan. “Kita ingin masyarakat sekitar Pantai Nambo ikut merasakan manfaatnya. Ketika wisata tumbuh, maka perputaran ekonomi juga meningkat. Itulah mengapa kita dorong agar pelaku UMKM dan pengusaha kreatif lokal terlibat langsung dalam event ini,” ujarnya.

Pemerintah juga berencana menggandeng pihak swasta, komunitas kreatif, dan pelaku industri untuk turut serta dalam memeriahkan kegiatan tersebut. Selain pameran produk ekraf, akan ada juga pertunjukan seni budaya, lomba konten kreatif, serta bazar kuliner khas Kendari.

Event ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri kreatif pascapandemi dan menjadi kalender tahunan Kota Kendari yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Ke depan, pemerintah juga akan mendorong agar kegiatan serupa bisa digelar di destinasi lainnya yang ada dikota Kendari.

Dengan agenda besar ini, Pemkot Kendari ingin menjadikan Pantai Nambo bukan sekadar ikon wisata, melainkan juga panggung kreasi dan inovasi ekraf lokal. Melalui perpaduan antara potensi budaya, kreativitas, dan keindahan alam, diharapkan lahir produk-produk unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

Kolaborasi antara ekonomi kreatif dan sektor pariwisata ini menjadi simbol arah pembangunan ekonomi Kendari yang lebih partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan. Pemerintah optimistis bahwa langkah ini akan melahirkan generasi pengusaha muda yang kreatif, berani, dan siap bersaing, sekaligus memperkuat citra Kota Kendari sebagai “Kota Kreatif dan Destinasi Wisata Unggulan Sulawesi Tenggara.”(MW.ADV)

editor:DN