NewsMetro

Kendari Selaraskan Program Daerah dengan Asta Cita Presiden

×

Kendari Selaraskan Program Daerah dengan Asta Cita Presiden

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI– Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden melalui rapat koordinasi yang digelar sebagai tindak lanjut arahan langsung Presiden. Rapat tersebut dipimpin Wali Kota Kendari Siska Karina Imran yang menekankan pentingnya sinkronisasi program strategis nasional dengan kebijakan pembangunan di tingkat daerah.

Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa perencanaan pembangunan Kota Kendari tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus terhubung dengan agenda besar nasional, terutama dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta program pembangunan tiga juta rumah.

“Seluruh program di daerah harus selaras dengan Asta Cita Presiden. Ini bukan hanya soal dokumen perencanaan, tetapi bagaimana kebijakan kita benar-benar memberi dampak langsung kepada masyarakat,” ujar Siska Karina Imran.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah penduduk Kota Kendari meningkat dari 371 ribu jiwa pada 2024 menjadi 377 ribu jiwa pada 2025. Pertumbuhan ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam perumusan kebijakan, terutama dalam menghadapi tantangan pengangguran dan urbanisasi yang terus meningkat.

Sejumlah indikator makro menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi Kendari naik dari 4,81 persen menjadi 5 persen, angka kemiskinan turun dari 4,23 persen menjadi 4,10 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia Kendari menempati peringkat ke-6 secara nasional. Namun di sisi lain, kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Wali Kota menegaskan bahwa kondisi ini harus dijawab dengan langkah antisipatif yang terukur melalui program pemberdayaan ekonomi, perluasan lapangan kerja, serta intervensi sosial yang berbasis data.

Salah satu fokus utama yang disorot dalam rapat koordinasi adalah penanganan stunting. Berdasarkan data Satgas Penanganan Stunting, terdapat sekitar 12 ribu jiwa yang masuk kategori faktor risiko stunting. Pemerintah Kota Kendari menargetkan agar kelompok ini tidak meningkat statusnya menjadi kasus stunting.

Saat ini, sekitar 500 jiwa telah terdiagnosa stunting dan sedang menjalani penanganan intensif melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga intervensi sosial ekonomi keluarga.

Selain itu, kemiskinan ekstrem di Kendari tercatat tidak mengalami peningkatan. Pemerintah menjalankan program bedah rumah yang disinergikan dengan program nasional pembangunan tiga juta rumah sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

Rapat koordinasi ini menjadi momentum evaluasi bersama seluruh perangkat daerah untuk memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memiliki keterkaitan langsung dengan agenda nasional sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Pemerintah Kota Kendari menegaskan bahwa pembangunan tidak lagi sekadar berorientasi pada capaian angka, tetapi pada dampak nyata yang dirasakan warga. Dengan penyelarasan ini, Kendari diharapkan mampu mewujudkan visinya sebagai kota layak huni, maju, berdaya saing, adil, sejahtera, dan berkelanjutan. (SM)

 

Editor:NZ