NewsMetro

Kendari Bidik Adipura 2027, Siska Karina Imran Turun Gerakkan Seluruh OPD

14
×

Kendari Bidik Adipura 2027, Siska Karina Imran Turun Gerakkan Seluruh OPD

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mulai menggerakkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat pembenahan kebersihan dan pengelolaan sampah. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan Pemerintah Kota Kendari menghadapi penilaian Adipura 2027.

Siska menegaskan, keberhasilan meraih penghargaan Adipura membutuhkan kerja bersama, bukan hanya mengandalkan satu atau dua instansi. Seluruh jajaran pemerintah, mulai dari OPD, camat, lurah hingga instansi terkait, harus mengambil peran sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Arahan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), OPD, Perumda, lurah, kepala sekolah, dan kepala puskesmas di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Jumat (6/11/2026).

Menurut Siska, Adipura tidak boleh sekadar menjadi target untuk mendapatkan penghargaan. Lebih penting dari itu, program tersebut harus menjadi momentum membangun kesadaran bersama dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih, sehat, nyaman, dan layak huni.

“Adipura bukan sekadar kita ingin mengejar penghargaan, tetapi merupakan ukuran keseriusan kita bersama, komitmen, dan kerja nyata Pemerintah Kota Kendari dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, nyaman, dan layak huni,” ujar Siska.

Ia mengakui, persoalan sampah masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara serius. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan, menyumbat saluran drainase, serta berdampak terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

Karena itu, Siska meminta seluruh OPD tidak bekerja sendiri-sendiri. Jajaran Perumda, PDAM, PD Pasar, Forkopimda, instansi vertikal hingga masyarakat juga diharapkan terlibat dalam gerakan menjaga kebersihan kota.

Keseriusan tersebut, kata dia, mulai terlihat dari aktivitas jajaran Pemkot Kendari yang telah melakukan pembenahan langsung di lapangan sejak sepekan terakhir. Para pejabat dan petugas dibagi ke sejumlah wilayah untuk memantau kondisi lingkungan serta memastikan kesiapan menghadapi penilaian.

“Kita sudah turun lapangan, bahkan jarang yang tinggal di kantor. Mulai pagi kita semua sudah di lapangan. Ini bentuk keseriusan kita untuk bagaimana Adipura Kota Kendari bisa diraih kembali,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Wilayah II Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi-Maluku, Arniana Alwi, memaparkan sejumlah perubahan dalam mekanisme penilaian Adipura.

Ia menjelaskan, penilaian saat ini tidak hanya berfokus pada kawasan perkotaan atau titik pantau tertentu, tetapi mencakup seluruh wilayah administrasi daerah. Aspek nonfisik juga menjadi perhatian, termasuk dukungan anggaran, sumber daya manusia, serta ketersediaan fasilitas pengelolaan sampah seperti bank sampah dan TPS3R.

Arniana menyebutkan, Kota Kendari kembali menjadi salah satu daerah yang ditargetkan memperoleh penghargaan, minimal berupa sertifikat Adipura. Penilaian lapangan dijadwalkan berlangsung pada 9–11 November 2026.(SM)