NewsKesehatanMetro

Kasus DBD di Kota Kendari Meningkat

396
×

Kasus DBD di Kota Kendari Meningkat

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Sepanjang pertengahan 2022. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari mencatat ada 143 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)saat ini.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Kendari, Elfi mengungkapkan kasus DBD di Kota Kendari terus mengalami peningkatan.

Dari 143 kasus DBD,terdapat pasien meninggal sebanyak 2 orang. Pasien meninggal itu berasal dari puskesmas jati raya dan puskesmas wua-wua. Disebabkan oleh keterlambatan pasien saat melaporkan diri pada layanan fasilitas kesehatan.

“Masyarakat masih menganggap demam merupakan sakit biasa. Jadi harapannya bagi warga yang merasa dirinya demam segera lakukan pemeriksaan ke puskesmas terdekat supaya segera dilakukan tindakan Karena biasanya orang menganggapnya hanya demam biasa. Padahal sudah terinfeksi DBD,” Ujarnya saat diwawancara, Jumat (24/6/2022).

Kemudian kata dia, Dinkes Kendari tengah sosialisasikan kepada masyarakat baik lewat komunikasi, informasi dan edukasi. Upaya tersebut sebagai langkah awal dalam menekan angka kasus DBD.

Untuk mencegah penularan DBD, Elffi meminta masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan perilaku 3M yakni rajin menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas (sampah). Serta rajin membersihkan lingkungan sekitar rumah.

“Itu penting dilakukan untuk menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti,” Jelasnya.

Dia juga menyarankan. Jika didalam satu keluarga terdapat keluarga yang terpapar DBD maka harus segera dibawa kerumah sakit agar tidak menular ke anggota keluarga yang lain.

Diketahui, penyebab utama penyebaran virus DBD dikarenakan gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Saat ini, perkembangan nyamuk jenis tersebut sangat baik karena didukung kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Untuk mengurangi penyakit yang terjadi akibat perubahan cuaca, kesadaran menjaga lingkungan sangat penting.

 

Novrianti/Teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News