NewsMetro

Perkuat Layanan Ibu dan Anak, RSUD Kendari Dapat Pengampuan dari RSUP dr. Soetomo

20
×

Perkuat Layanan Ibu dan Anak, RSUD Kendari Dapat Pengampuan dari RSUP dr. Soetomo

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – RSUD Kota Kendari mendapat pengampuan dari RSUP dr. Soetomo Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Program tersebut diawali dengan visitasi tim pengampu untuk melihat langsung kesiapan fasilitas, sumber daya manusia dan sistem pelayanan KIA di RSUD Kota Kendari.Visitasi berlangsung Rabu (23/9/2026).

Kunjungan ini didampingi Tim RSUP Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Tim pengampu meninjau sejumlah unit yang menjadi bagian penting dalam pelayanan ibu dan anak, mulai dari IGD PONEK, ruang bersalin hingga fasilitas perawatan bayi dan anak.

Plt Direktur RSUD Kota Kendari, Dr. dr. Putu Agustin, mengatakan program pengampuan menjadi kesempatan bagi rumah sakit untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan KIA.

“Tujuan visitasi pengampuan untuk Kesehatan Ibu dan Anak ini adalah untuk melihat bagaimana kompetensi dan kemampuan rumah sakit dalam penanganan Kesehatan Ibu dan Anak yang sudah kita lakukan selama ini,” kata Putu.

Menurutnya, hasil visitasi akan menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki sejumlah aspek pelayanan. Perbaikan mencakup sarana dan prasarana, kompetensi SDM, sistem pelayanan hingga alur penanganan pasien.

Tim pengampu RSUP dr. Soetomo dalam kunjungan tersebut melihat langsung ruang operasi ibu dan anak, IGD PONEK, ruang bersalin, perinatologi, Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), ruang rawat inap anak serta poliklinik obstetri dan ginekologi.

Ketua Tim Pengampu RSUP dr. Soetomo, dr. Wahyu, mengatakan pengampuan tersebut merupakan penugasan dari Kementerian Kesehatan. RSUP dr. Soetomo mendapat tugas melakukan pengampuan pelayanan KIA di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

Pengampuan tidak berhenti pada visitasi. Setelah evaluasi, tim akan menyusun laporan dan melakukan monitoring. Jika dibutuhkan, pendampingan dapat dilanjutkan melalui pelatihan maupun proctorship, yakni pendampingan tindakan medis untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan.

“Proctorship itu pendampingan tindakan medis kalau diperlukan untuk belajar, bukan untuk mengerjakan pasien. Jadi untuk membantu saja,” jelas Wahyu.

Dari hasil pengamatan awal, Wahyu menilai kesiapan RSUD Kota Kendari cukup baik. Ia menyebut fasilitas rumah sakit memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut dalam pelayanan KIA.

“Kalau saya lihat, rumah sakit ini bagus sekali untuk KIA dan siap. Bisa paripurna kalau paripurna KIA-nya. Gedungnya ini sudah siap,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah kelengkapan masih perlu diperkuat. Tim akan melihat secara lebih menyeluruh kebutuhan sarana prasarana, SDM dan pelatihan sebelum memberikan rekomendasi resmi.

Plt Direktur Utama RSUD Kota Kendari dr.Putu menambakan, penguatan layanan KIA juga didukung dengan keberadaan Unit Transfusi Darah (UTD) di RSUD Kota Kendari. Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mengantisipasi komplikasi persalinan, terutama perdarahan.

“Setiap ibu yang melahirkan, baik yang dilakukan operasi maupun melahirkan normal, itu harus siap dengan darah,” katanya.

RSUD Kota Kendari juga akan memperkuat ketersediaan stok darah dengan tidak hanya menunggu pendonor datang, tetapi aktif mencari lokasi yang dapat menjadi pusat kegiatan donor darah.

Putu berharap pengampuan dari RSUP dr. Soetomo dapat meningkatkan kompetensi rumah sakit sehingga pelayanan KIA semakin lengkap dan mampu menangani kasus secara lebih cepat.

“Harapannya kompetensi kita betul-betul menjadi pilihan dan tidak ada lagi kasus-kasus kematian ibu dan anak yang kita layani di RSUD Kota Kendari,” ujarnya.(SM)