NewsMetro

Antrian Panjang Sejak Pagi, Beras SPHP Rp50 Ribu Diburu Warga

×

Antrian Panjang Sejak Pagi, Beras SPHP Rp50 Ribu Diburu Warga

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI — Antusiasme warga berburu kebutuhan pokok dengan harga terjangkau terlihat jelas pada pelaksanaan pasar murah di Balai Kota Kendari, Jumat (13/2/2026). Sejak pagi hari, ratusan warga sudah memadati lokasi kegiatan demi mendapatkan beras SPHP yang dijual dengan harga Rp50 ribu per karung.

Warga bahkan mulai mengantre sejak pukul 08.00 Wita, sementara penjualan baru dimulai sekitar pukul 09.20 Wita. Kondisi ini membuat suasana pasar murah dipenuhi antrean panjang yang terus bertambah. Tak sampai satu jam sejak dibuka, seluruh stok beras yang tersedia langsung habis diserbu pembeli.

Pada hari sebelumnya, warga masih diperbolehkan membeli hingga 10 kilogram atau dua karung. Namun karena membludaknya antrean, panitia akhirnya membatasi pembelian menjadi 5 kilogram atau satu karung per orang agar lebih banyak warga yang kebagian.

“Terimakasih untuk Pemkot Kendari, semoga bisa sering-sering pasar murah begini, apalagi beras harga Rp50 ribu sangat membantu kita ini,” ungkap Janna warga Mandonga.

Total stok beras yang disiapkan mencapai 400 karung atau sekitar dua ton. Namun jumlah tersebut berkurang karena pada waktu bersamaan pasar murah juga digelar di dua lokasi lain, yakni kawasan MTQ dan Kantor Camat Puuwatu.

Selain beras SPHP, warga juga berburu kebutuhan pokok lainnya seperti gula pasir premium seharga Rp17.500, minyak goreng Minyak Kita Rp15.700, serta sirup dengan harga Rp26.400 dan Rp11.000.

Bagi warga, pasar murah ini menjadi kesempatan penting untuk mendapatkan sembako dengan harga yang jauh lebih terjangkau di tengah kondisi harga pasar yang cenderung meningkat. Meski harus menunggu lama dalam antrean, warga tetap bertahan demi mendapatkan kebutuhan pokok tersebut.

Pasar murah ini menjadi bukti tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses bahan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menggambarkan besarnya animo warga ketika program semacam ini digelar.(SM)

editor:DN